WAKIMAE DALAM PELANGGARAN MAKSIM HORN: TELAAH DRAMA JEPANG ZENKAI GIRL

Rita Susanti, Nittya Sabila Aqmarina

Abstract


ABSTRAK

Berkomunikasi dengan baik tidak dapat terjadi jika tidak ada kerja sama di antara  peserta tutur dan kerja sama tersebut diatur dalam bentuk maksim. Maksim ini memudahkan peserta tutur  untuk menyampaikan suatu maksud sehingga maksud tersebut  dapat diterima dengan baik oleh lawan tutur. Akan tetapi, adakalanya penutur tidak mematuhi maksim-maksim dengan berbagai alasan. Pada saat adanya pelanggaran, akan dihasilkan suatu implikatur. Agar terhindar dari permasalahan karena adanya sesuatu yang implisit maka diperlukan kesantunan berbahasa Jepang dalam bentuk wakimae dan bagi masyarakan Jepang,kesatunan adalah suatu norma yang harus dipatuhi. Hal inilah yang akan dilihat dalam drama Jepang Zenkai Girl yang dibuat pada tahun 2011. Teori  Horn (1988)digunakan untuk melihat pelanggaran serta implikatur percakapan dan teori Ide dan Yoshida (2004)digunakan untuk melihat kesantunan berbahasa dalam Bahasa Jepang. Berdasarkan fenomena yang muncul dalam drama tersebut dapat diketahui bahwa pelanggaran terjadi karena penutur tidak ingin menyatakan maksudnya secara langsung dan untuk menjaga hubungan baik dengan lawan tutur. Wakimae yang tidak terlihat adalah status karena drama ini menceritakan kehidupan modern dan regional background juga tidak terlihat karena latar drama berada di Tokyo sehingga tidak ada dialek yang muncul. Dalam ethnicityity terlihat kehomogenan masyarakat Jepang.

Kata kunci: Pelanggaran maksim Horn, Implikatur, Wakimae, Pragmatik

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Austin.J.L. 1995.How To Do Things With Words.Oxford: Clarendon Press.

Gazdar, Gerald. 1979. Pragmatik :Implicature, Presupposition and Logical Form.Brighton: Academic Press.Inc.

Gunarwan, Asim. Dari Pragmatik kepengajaran bahasa. Jakarta: Unika Atma Jaya.

Grice, H.P. 1979. Logic and Conversation. Syntax and Semantic. Vol 3. New York: Academic Press.

Huan, Yan. 2007. Pragmatics. New York: Oxford University Press.

Horn, Laurence R. 2004.The Handbook of Pragmatics. Oxford: Blackwell.

Horn, Laurence R. 1984. A New Taxonomy For Pragmatics Inference: Q-based and R-based Implicature. Washington: Georgetown University Press.

Koizumi, Tamotsu. 2001. Nyuumon Goyooron Kenkyuu. Tokyo: Kenkyuusha.

Leech, Geoffy N.1993. Principle of Pragmatics.Gramedia: London And New York.

Levinson, Stephen C. 1983. Pragmatics. Great Britain: Cambridge University Press.

Mey, Jacob L.1993. Pragmatic: An introduction. Australia: Blackwell publishing.

Nababan, P.W.J. 1987. Ilmu Pragmatik (Teori dan Penerapannya). Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Nadar,F.X.2009. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik.Yogyakarta: GrahaIlmu.

Sachiko, Ide dan Megumi, Yoshida.2004.The Handbook of Japanese Linguistics.Australia: Blackwell Publishing.

Sudaryanto. 1996. Linguistik, Identitasnya, Cara Penanganan Objeknya, dan Hasil Kajiannya. Yogyakarta: Duta Wacana University Pers.

Yule,George. Pragmatics. 1996.Oxford: Oxford University Press.

Zenkai Girl. 2011. Tomoko Yoshida. Hideko Takeuchi. Tokyo: Fuji Television.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ALAMAT REDAKSI

Fakultas Bahasa dan Sastra UNAS BLOK IV

Jalan Sawo Manila, Pejaten Barat, Pasar Minggu,

RT. 14/RW. 3, Jakarta Selatan, DKI Jakarta, 12520

Telp: (021) 7806700 
Faks: (021) 7802718

Surat-e: sastraunas@gmail.com

             aksarabaca@civitas.unas.ac.id

Website: http://journal.unas.ac.id/aksarabaca