TINGKAT KAPASITAS ORGANISASI PELAKSANA PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) PROVINSI GORONTALO BERDASARKAN KISI-KISI PENILAIAN KAPASITAS MCKINSEY

Himsar Silaban

Abstract


Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai salah kebijakan strategis yang ditempuh oleh Kementerian Sosial adalah program perlindungan sosial melalui pemberian bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memiliki ibu hamil/nifas/menyusui, anak balita atau anak usia 5-18 tahun yang belum tamat pendidikan dasar. Berhasil tidaknya PKH tergantung pada berbagai aspek, salah satunya adalah aspek pemberi layanan yaitu kapasitas organisasi pelaksana dalam hal ini aparatur pemerintah yang mengimplementasikan PKH di lapangan. Provinsi Gorontalo dijadikan lokasi penelitian karena provinsi ini merupakan tempat pertama kali PKH diluncurkan oleh pemerintah. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah para anggota organisasi pelaksana yang melakukan implementasi PKH di Provinsi Gorontalo yang terdiri dari Tim Koordinasi PKH Provinsi, Tim
Koordinasi PKH Kabupaten/Kota, Unit Pelaksana PKH (UPPKH) Kabupaten/Kota dan Unit Pelaksana PKH (UPPKH) Kecamatan. Sedangkan menjadi obyek penelitian adalah kapasitas organisasi secara keseluruhan dari organisasi pelaksana yang melakukan implementasi PKH di Provinsi Gorontalo. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan pedoman wawancara, observasi, dan pemanfaatan dokumen. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas organisasi pelaksana PKH Provinsi Gorontalo masih lemah dan perlu ditingkatkan melalui berbagai program penguatan kapasitas (capacity building).


Keywords


kapasitas organisasi, pelaksana kebijakan, kisi-kisi penilaian kapasitas

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.