Pandangan Amerika Terhadap Perempuan Muslim Pasca Serangan Sebelas September 2001

Yusnarida Eka Nizmi

Sari


Abstrak

Selama sebelas tahun setelah serangan teroris pada 11 September 2001 dan invasi Amerika Serikat ke Afghanistan, maka, citra strereotype perempuan muslim menjadi topik di mediamedia Amerika Serikat. Meski media melaporkan bahwa perempuan muslim mengalami perkembangan seiring dengan waktu, namun, hasil pengamatan dan kritisisme konstruktif dari para pembaca, maka, dapat disimpulkan hampir sebahagian besar publik Amerika masih berasumsi bahwa perempuan muslim lemah dan tidak berpendidikan. Mispersepsi mengenai perempuan muslim ini dihubungankan dengan Islam, agama yang banyak menerapkan konsep patriarki dan burka, yang dipandang sebagai alat pemaksaan. Kondisi ini menjadikan Islam dinilai keras, totalitarian, dan negatif.

Kata Kunci: Persepsi, Masyarakat Amerika Serikat, Perempuan Muslim, Pasca Serangan 11
September


Abstract

After eleven years terrorist attack on September 11, 2001 and United States’s invasion to Afghanistan. Stereotype’s image of Moslem women become trending topics in US media. Eventhough the media reported that Moslem women have growth rapidly. But the result of survey and criticism constructive from readers concluded that almost half of American publics still assumes that Moslem women are weak and uneducated. The misperception of Moslem women related to Islam, religion that implemented patriarchy concept and burqa was seen as an intimidation. This condition makes Islam performance look violance, totalitarian and negative.

Keywords: Perception, American Publics, Moslem women, September 11 post-attack’s


Kata Kunci


Perception, American Publics, Moslem women, September 11 post-attack’s

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.