AESTHETIC VALUES SUFISM IN FORMING OF THE SOLIDARITY IN URBAN COMMUNITY

Ichmi Yuni Arinda Rohmah

Sari


Abstract

Sufisme have long been rooted in some groups of Indonesian society. One thing that is unique to the Sufi community in metropolitan cities in Indonesia is that its adherents are not only Muslims but also non-Muslims. Research conducted by the researcher intends to examine the existence of Sufism in the urban community environment, the researcher also examines the aesthetic values of Sufism which are the attraction of urban society to follow Sufi teachings, and researchers conduct research on the solidarity of the community formed in urban communities in Indonesia . The location of this research is in the capital city of Indonesia, Jakarta. This study uses a type of phenomenological (qualitative) research method. Extracting field data using interview, observation, and documentation techniques. The results of the study explain that the teachings of Sufism still exist in urban communities that are in the midst of the life of the metropolitan city of Jakarta, Indonesia. The Sufism community that teaches Sufi teachings can be accepted by most urban communities. One of the driving factors that makes urban society to study the teachings of Sufism is the aesthetic value of Sufism, besides that the Sufism teachings are built in creating community solidarity among urban communities who are very heterogeneous in their socio-cultural background. Sufism aesthetic values can be obtained by adherents through various religiosity activities (dhikr, praying, preaching, shalawat, etc.) and the arts of Sufism (music, songs, dances, fashion creativity, etc.).

 

Keywords: Sufism, Aesthetics, paguyuban, Circle of Friends, Urban Communities.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Abstrak

 

Sufisme telah lama mengakar dalam beberapa kelompok masyarakat Indonesia. Satu hal yang unik bagi komunitas sufi di kota-kota metropolitan di Indonesia adalah bahwa penganutnya tidak hanya Muslim tetapi juga non-Muslim. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti bermaksud untuk menguji keberadaan komunitas sufi di lingkungan masyarakat perkotaan, peneliti juga meneliti nilai-nilai estetika sufisme yang merupakan daya tarik masyarakat perkotaan untuk mengikuti ajaran sufi, dan peneliti melakukan penelitian tentang solidaritas komunitas yang dibentuk di komunitas perkotaan di Indonesia. Lokasi penelitian ini adalah di ibu kota Indonesia, Jakarta. Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian fenomenologis (kualitatif). Penggalian data lapangan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa ajaran sufisme masih ada di masyarakat perkotaan yang berada di tengah-tengah kehidupan kota metropolitan Jakarta, Indonesia. Komunitas sufi yang mengajarkan ajaran sufisme dapat diterima oleh sebagian besar komunitas perkotaan. Salah satu faktor pendorong yang membuat masyarakat urban mempelajari ajaran sufisme adalah nilai estetika sufisme, di samping itu ajaran sufisme dibangun dalam menciptakan solidaritas komunitas di antara masyarakat perkotaan yang sangat heterogen dalam latar belakang sosial budaya mereka. Nilai-nilai estetika sufisme dapat diperoleh oleh penganutnya melalui berbagai kegiatan religiusitas (dzikir, sholat, khotbah, shalawat, dll.) dan seni sufism (musik, lagu, tarian, kreativitas fasion atau busana, dll).

 

Kata kunci: Sufisme, Estetika, paguyuban, Circle of Friends, Komunitas Kota.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Allan, Kenneth. 2006. Contemporary Sosial and Sociological Theory Visualizing Sosial Worlds. London: Sage Publication Ltd.

Fauzi, Ibrahim Ali. 2003. Jurgen Habermas. Jakarta Selatan: Teraju.

Jamaludin, Adon Nasrullah. (2015). Agama & Konflik Sosial (Studi Kerukunan Umat Beragama, Radikalisme, dan Konflik Antarumat Beragama). Bandung: Pustaka Setia.

Saptari, Ratna & Brigitte Holzner. (1997). Perempuan Kerja dan Perubahan Sosial (Sebuah Pengantar Studi Perempuan). Jakarta: PT. Pustaka Utama Grafiti.

Tharaba Fahim. (2016). Sosiologi Agama (Konsep, Metode Riset, dan Konflik Sosial). Malang: Madani.




DOI: http://dx.doi.org/10.47313/ppl.v4i8.700

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


View My Stats