10.47313 MEANING OF MANADO TRADITIONAL FOOD IN MANADO-CHRISTIAN RELIGION PARTY
MEANING OF MANADO TRADITIONAL FOOD IN MANADO-CHRISTIAN RELIGION PARTY
DOI:
https://doi.org/10.47313/aksarabaca.v4i2.4306Abstract
tanda yang digunakan untuk menyampaikan makna, dari penelitian ini terdapat makna sosial di makanan tradisi
masyarakat Kristen-Manado. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makanan tradisi Kristen-Manado
untuk pesta agama Kristen dan menganalisis representamen, objek, dan interpretant dalam penamaan makanan
tradisional Kristen-Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif yang mana hasilnya
disalurkan dan dibawakan secara deskriptif. Data yang peneliti gunakan berasal dari berbagai publikasi sebagai
teks budaya Manado, serta semiotika dari beberapa narasumber Kristen-Manado baik yang masih menetap di
Manado maupun yang menetap di Jakarta. Representasi budaya Manado dalam penamaan makanan-makanan
Manado dianalisis dengan menggunakan model semiotika Peirce. Teori semiotika dari Charles Sanders Peirce yang
mengklasifikasikan macam makna ke dalam tiga aspek: representasi, objek, dan interpretasi. Peneliti mengumpulkan
informasi melalui wawancara secara langsung dengan narasumber dari kelompok etnis Kristen-Manado, serta
mengumpulkan data dari literatur yang mendukung. Penelitian ini menemukan bahwa makanan di Manado memiliki
makna sosial dan representasi budaya yang terkait dengan sejarah, alam, dan hewan, yang semuanya merupakan
makanan khas agama Kristen. Makanan tradisional ini memiliki simbol-simbol yang dalam terkait persatuan dan
kebersamaan dalam kehidupan masyarakat Manado. Penelitian ini menunjukkan bahwa konotasi sosial dari nama
makanan-makanan di Manado memiliki fungsi penting dalam konteks budaya dan agama Kristen. Beberapa dari
makanan tersebut memiliki keunikan seperti dalam hal persiapan, bahan, tradisi, serta rasa. maka dari itu,
diharapkan penelitian dapat mempertahankan dan melestarikan makanan tradisi budaya agama Kristen-Manado.
Kata Kunci: Semiotika, Kristen Manado, Makanan Tradisi, Makna, Teori Pierce
Charles Sanders Peirce conceptualized semiotics as not just about language, but about any system of signs used to
convey meaning, and the Christian-Manado traditional food has also conveyed social meaning. The goal of this study
is to find out the Christian-Manado traditional food for Christian religion party and to analyse the representment,
object, and interpretant in naming of Christian-Manado traditional food. The type of this research used is a
descriptive-qualitative method in which the results are transmitted and delivered descriptively. The data that the
researcher used came from various publications as a cultural text of Manado and semiotics from several Christian
Manado sources both who still live in Manado and who live in Jakarta. The representation of Manado culture in these
foods is analyzed using Peirce's semiotic model. Charles Sanders Peirce's semiotic theory classifies meanings into
three aspects: representment, object, and interpretant. The researcher collected information through direct interviews
with resource people from the Christian-Manado ethnic group, as well as collecting data from relevant literature.
This research found that food in Manado has social meanings and cultural representations related to history, nature
and animals, all of which are typical of Christianity. This traditional food has deep symbols related to unity and
togetherness in Manado society’s life. This research demonstrates that the social connotation of food names in
Manado plays an essential function in the context of Christian culture and religion. Some of this food is unique such as in preparation, ingredients, traditional, and also flavors. Therefore, with this research, hopefully, it can help the
sustainability of traditional food in Kristen-Manado in cultural and religious terms.
Keywords: Semiotics, Christian Manado, Traditional food, Meaning, Pierce’s Theory