10.47313 CITRA ALAM SEBAGAI PANTULAN ESTETIS DALAM KAKAWIN PRALAMBANG BHASA WAWATEKAN
CITRA ALAM SEBAGAI PANTULAN ESTETIS DALAM KAKAWIN PRALAMBANG BHASA WAWATEKAN
DOI:
https://doi.org/10.47313/aksarabaca.v6i1.4320Abstract
Tulisan ini bertujuan mengkaji gambaran alam sebagai sebuah sajian estetika sastra yang sengaja diungkapkan
dalam Kakawin Pralambang Bhāṣa Wawatĕkan, sebuah karya sastra Jawa Kuno yang diciptakan di Bali oleh I Dewa
Agung Istri Kanya pada abad 19. Kakawin ini erat dengan unsur sejarah, sebab menjadi sejenis resepsi pengarang
untuk mengungkapkan perasaan terhadap peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di wilayah Kerajaan Klungkung
pada masa itu dalam sudut pandang orang pertama. Pengungkapan perasaan pengarang ini yang banyak melibatkan
metafora dari citraan alam. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori stilistika,
terkait dengan teori alamkara atau stilistika kakawin. Metode pengumpulan data menggunakan metode studi
kepustakaan, metode analisis data menggunakan metode deskriptif, serta penyajian hasil analisis data menggunakan
metode formal dan informal. Dalam penelitian, ditemukan bila citraan alam yang banyak dijadikan metafora dalam
kakawin ini berasal dari unsur-unsur laut, gunung, musim, tumbuhan dan benda langit. Gambaran alam tersebut
digunakan untuk menekankan perasaan pengarang, mempertegas latar cerita dan menciptakan fungsi estetis dalam
karya sastra.
Kata kunci : alamkara, citra alam, estetika, kakawin.
This paper aims to examine the depiction of nature as a literary aesthetic deliberately expressed in Kakawin
Pralambang Bhāṣa Wawatĕkan, an Old Javanese literary work created in Bali by I Dewa Agung Istri Kanya in the
19th century. This kakawin is closely related to historical elements, as it is a kind of authorial reception to express
feelings towards important events that occurred in the Klungkung Kingdom at that time in the first person. The
author's expression of feelings involves a lot of metaphors from nature imagery. This research is a qualitative
research. The theory used is stylistic theory, related to the theory of alamkara or kakawin stylistics. The data
collection method uses literature study method, the data analysis method uses descriptive method, and the presentation
of data analysis results uses formal and informal methods. In the research, it was found that many natural images
used as metaphors in this kakawin come from the elements of the sea, mountains, seasons, plants and celestial bodies.
These natural images are used to emphasise the author's feelings, reinforce the setting of the story and create aesthetic
functions in literary works.
Keywords: alamkara, nature imagery, aesthetics, kakawin.