10.47313 PERTIMBANGAN SEMIOTIKA DALAM TELAAH UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL

PERTIMBANGAN SEMIOTIKA DALAM TELAAH UJARAN KEBENCIAN DI MEDIA SOSIAL

Authors

  • Bunga Bahasa Korea, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Nasional, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.47313/aksarabaca.v6i2.4323

Abstract

Ujaran kebencian dapat hadir dalam berbagai bentuk. Dalam media sosial, ujaran kebencian dapat dihadirkan
secara lugas maupun tersirat dalam berbagai bentuk. Pemahaman semiotika menjadi penting ketika ujaran kebencian
dihadirkan dalam bentuk simbol-simbol dalam sebuah sistem bahasa. Penelitian ini mengungkap bagaimana sebuah
julukan dapat memiliki makna konotasi di baliknya dan berperan sebagai sebuah simbol yang ketika diteliti, berujung
pada bentuk ujaran kebencian. Pada kontestasi pemilu presiden 2004, julukan-julukan terhadap kelompok pendukung
dan individu tertentu menjadi marak dan beberapa akun menggunakannya untuk menggiring opini warganet.
Pendekatan kualitatif dipilih untuk dapat menjelaskan bagaimana sebuah julukan dapat pula menjadi realisasi dari
ujaran kebencian. Untuk dapat mengungkap makna konotatif dibalik julukan-julukan tersebut, digunakanlah teori
semiotika Roland Barthes sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa julukan tersebut memiliki
makna konotatif negatif yang dapat digolongkan ke dalam ujaran kebencian. Kemudian, ketiga julukan yang diteliti
juga memenuhi delik ujaran kebencian berdasarkan implementasi pasal 28 ayat 2 UU ITE.
Kata Kunci: Semiotik, ujaran kebencian, julukan, makna konotatif.

Hate speech can take many forms. In social media, hate speech can be presented explicitly or implicitly in various
forms. An understanding of semiotics is important when hate speech is presented in the form of symbols in a language
system. This study reveals how a nickname can have a connotative meaning behind it and act as a symbol which, when
examined, leads to a form of hate speech. During the 2004 presidential election contest, nicknames for certain groups
of supporters and individuals became rampant, and several accounts used them to sway the opinions of netizens. A
qualitative approach was chosen to explain how a nickname can also be a realization of hate speech. To reveal the
connotative meaning behind these nicknames, Roland Barthes' semiotic theory was used as an analytical tool. The
results of the study show that these nicknames have negative connotative meanings that can be classified as hate
speech. Furthermore, the three nicknames studied also fulfill the elements of hate speech based on the implementation
of Article 28 paragraph 2 of the ITE Law.
Keywords: Semiotics, hate speech, nicknames, connotative meaning.

Downloads

Published

2025-12-15