10.47313 KERAGAMAN DAN VARIASI LINGUISTIK DI INDONESIA

KERAGAMAN DAN VARIASI LINGUISTIK DI INDONESIA

Authors

  • Administrator Ojs Unas Universitas Nasional
  • Somadi )Progrram Studi Sastra Indonseiam, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Nasional, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.47313/aksarabaca.v7i1.4333

Abstract

Keragaman linguistik di Indonesia merupakan realitas sosial yang tak terhindarkan, mengingat negara ini memiliki
ribuan pulau dan ratusan kelompok etnolinguistik. Abdul Chaer (2012) menjelaskan bahwa keragaman linguistik di
Indonesia adalah gejala sosiolinguistik yang terjadi karena perbedaan geografis, sosial, dan fungsional. Menurutnya,
variasi bahasa muncul dari perbedaan dialek daerah, ragam sosial yang dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan,
pekerjaan, usia, serta ragam situasional yang berkaitan dengan konteks penggunaan bahasa, seperti formal dan
nonformal. Oleh karena itu, keragaman ini tidak hanya menunjukkan jumlah bahasa atau dialek yang digunakan,
tetapi juga kompleksitas dalam penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.Harimurti Kridalaksana (2001)
menambahkan bahwa keragaman linguistik adalah keberadaan berbagai sistem bahasa atau variasi linguistik dalam
masyarakat bahasa tertentu. Dalam konteks Indonesia, hal ini mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah panjang
interaksi antaretnis, termasuk pengaruh dari bahasa asing akibat kolonialisme dan perdagangan. Menurut
Kridalaksana, keberagaman ini dapat dilihat sebagai potensi dan kekayaan nasional yang perlu dijaga dan
dikembangkan melalui kebijakan kebahasaan yang inklusif dan berkeadilan. Di sisi lain, Fishman (1972) memandang
keragaman bahasa sebagai fenomena yang berkembang secara sosiologis karena adanya kontak bahasa, perbedaan
fungsi sosial bahasa, dan struktur masyarakat multilingual. Hal ini sejalan dengan kondisi Indonesia yang
memerlukan pengelolaan bahasa yang cermat agar keragaman tidak menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan
budaya.Pandangan lain datang dari Nababan (1984), yang menyatakan bahwa multilingualisme di Indonesia harus
dipahami sebagai bentuk kekayaan budaya yang menuntut adanya perencanaan bahasa secara sistematis. Pelestarian
bahasa daerah, pemantapan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, serta penyesuaian terhadap kebutuhan
komunikasi global merupakan tantangan yang harus dihadapi dalam mengelola keragaman ini. Dengan pendekatan
yang tepat, keragaman linguistik tidak hanya memperkuat identitas nasional, tetapi juga mendorong keterbukaan
budaya dan pemahaman lintas komunitas.
kata kunci: keragamn linguistic, gejala sosiolingusitik, femonea

Linguistic diversity in Indonesia is an inevitable social reality, given that the country has thousands of islands and
hundreds of ethnolinguistic groups. Abdul Chaer (2012) explains that linguistic diversity in Indonesia is a
sociolinguistic phenomenon that occurs due to geographical, social, and functional differences. According to him,
language variation arises from differences in regional dialects, social varieties influenced by educational background,
occupation, age, and situational varieties related to the context of language use, such as formal and informal.
Therefore, this diversity not only reflects the number of languages or dialects used, but also the complexity of their
use in everyday life. Harimurti Kridalaksana (2001) adds that linguistic diversity is the existence of various language
systems or linguistic variations in a particular language community. In the Indonesian context, this reflects the rich
culture and long history of interethnic interaction, including the influence of foreign languages due to colonialism
and trade. According to Kridalaksana, this diversity can be seen as a national potential and wealth that needs to be
preserved and developed through inclusive and equitable language policies. On the other hand, Fishman (1972)
viewing linguistic diversity as a sociologically evolving phenomenon due to language contact, differences in the social
functions of language, and the structure of multilingual societies. This is in line with Indonesia's condition, which
requires careful language management so that diversity does not become a source of conflict, but rather a cultural
strength. Another view comes from Nababan (1984), who states that multilingualism in Indonesia must be understood
as a form of cultural wealth that requires systematic language planning. The preservation of regional languages, the
consolidation of Indonesian as the language of unity, and adaptation to global communication needs are challenges that must be faced in managing this diversity. With the right approach, linguistic diversity not only strengthens
national identity but also encourages cultural openness and cross-community understanding.
Keywords: linguistic diversity, sociolinguistic phenomena, phenomenon 

Author Biography

Administrator Ojs Unas, Universitas Nasional

Open Journal Universitas Nasional atau dapat disingkat OJS UNAS adalah sebuat website yang berisikan kumpulan tulisan publikasi dalam civitas UNAS dapat diartikan juga sebagai RUMAH JURNAL.

Downloads

Published

2025-12-23