Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer
https://journal.unas.ac.id/himmah
<p><span lang="EN-US"><strong>Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer</strong></span> diterbitkan oleh Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional yang terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. <span lang="EN-US"><strong>Himmah</strong> membuka kesempatan kepada para dosen, peneliti, akademisi, praktisi, dan peminat kajian ke-Islam-an yang bersifat kontemporer untuk mengirimkan tulisan hasil pemikiran atau penelitian di bidang ke-Islam-an dari aspek hukum, politik, sosial dan yang lainnya.</span></p>Universitas Nasionalen-USHimmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer2809-4018<p>Authors who publish with this journal agree to the following terms:</p><ol><li>Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/">Creative Commons Attribution License</a> (CC BY-NC-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.</li><li>Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.</li><li>Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See <a href="http://opcit.eprints.org/oacitation-biblio.html" rel="noopener noreferrer" target="_blank">The Effect of Open Access</a>).</li></ol>Abu ‘Ala Al-Maududi dan Gerakan Politik: Islamisme, Negara dan Kemerdekaan Pakistan
https://journal.unas.ac.id/himmah/article/view/4110
<h1><strong>ABSTRAK</strong></h1> <p> </p> <p>Tulisan ini membahas bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami, yang dia dirikan, memainkan peran penting dalam membangun gagasan tentang kenegaraan Republik Islam Pakistan pasca merdeka dari kolonialisme Inggris dan berpisah dari India tahun 1947. Sebagai tokoh yang dipandang dari sudut pandang Barat, dianggap kontroversial karena sempat menolak pemisahan Pakistan dengan Negara induk India. Namun, setelah itu, Al-Maududi adalah orang yang paling aktif dalam mendukung pembentukan Republik Islam Pakistan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami berpartisipasi dalam gerakan politik untuk penegakan Negara Islam di Pakistan. Selain itu, mengkritik perspektif Barat yang menganggapnya sebagai figur separatis dalam gerakan Muslim India.</p> <p>Metode penulisan kali ini adalah dengan menggunakan metode sejarah kritis dengan tahapan heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam penelusuran sumber studi pustaka penulis menggunakan tulisan pikiran dari Al-Maududi dan Sejarawan yang gandrung dengan persoalan Islam di Asia Selatan. Penulisan ini menggunakan pendekatan sosio-politik, dan lebih mendalam untuk melihat sosok Abu ‘Ala Al-Maududi kami melihat secara holistik dalam fragmen Sejarah intelektualisme Islam. Sebagai intelektual organik Al-Maududi bersama Jemaat Islami berani menjadi oposisi melawan hasil pemilu 1937 serta bergerilya untuk terbentuknya Negara Islam di Barat India yang saat ini menjadi Pakistan.</p> <p>Dalam temuan beberapa riset, Al-Maududi dengan organisasinya <em>Jema’at El-Islami </em>dianggap kelanjutan dari Hassan Al-Banna melalui gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, namun ternyata banyak sekali perbedaan. Meskipun mendapat stigma radikal oleh Barat, namun gerakannya tidak sepenuhnya membenci barat. Dalam konsep doktrin Islam dan Negara yang digaungkan Al-Maududi yakni <em>Teo-Demokrasi </em>adalah bentuk pembaharuan dari Sekularisme Demokrasi Barat dan menurutnya adalah perlunya titik temu antara kedaulatan rakyat dengan nilai-nilai Ketuhanan Islam.</p> <p><strong><em>Kata Kunci : </em></strong><strong><em>Al-Maududi</em></strong><strong><em>, </em></strong><strong><em>Jamaat Islami</em></strong><strong><em>, </em></strong><strong><em>Pakistan</em></strong></p>Ahmad Fauzan Baihaqi FauzanBryna RizkintaIlham Nur UtomoDesi SusantiMuhammad Zulham
Hak Cipta (c) 2025
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-052025-08-05911003102010.47313/jkik.v9i1.4110Kontekstualisasi Nilai-Nilai Islam: Perspektif Wasathiyah Dalam (Pemikiran Masykuri Abdillah)
https://journal.unas.ac.id/himmah/article/view/4201
<p><em>Artikel ini mengkaji pemikiran Masykuri Abdillah tentang kontekstualisasi nilai-nilai Islam melalui pendekatan wasathiyah (moderasi) dalam menjawab tantangan modernitas di Indonesia. Masykuri Abdillah, seorang cendekiawan Muslim terkemuka yang berlatar pendidikan pesantren tradisional dan akademis Barat, menawarkan sintesis inovatif antara berbagai paradigma pemikiran Islam untuk menciptakan pemahaman yang lebih holistik dan komprehensif. Kajian ini menunjukkan bagaimana Masykuri mengintegrasikan tradisi Islam dengan konsep-konsep modern seperti demokrasi, pluralisme, dan hak asasi manusia melalui pendekatan moderasi yang menjembatani kesenjangan antara pandangan konservatif dan liberal. Melalui kontekstualisasi hukum Islam, Masykuri menegaskan bahwa Islam dapat beradaptasi dengan kehidupan bernegara tanpa mengorbankan nilai-nilai pokoknya. Fokus utama pemikirannya mencakup penekanan pada ijtihad berkelanjutan, dialog antaragama, serta relevansi ajaran Islam dalam konteks Indonesia yang multikultural. Artikel ini berkontribusi pada diskusi tentang hubungan Islam dan negara, serta menawarkan panduan praktis bagi umat Islam dalam mengintegrasikan ajaran agama ke dalam kehidupan modern dengan tetap mempertahankan identitas keislaman.</em></p>Achmad Mashuri
Hak Cipta (c) 2025
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-052025-08-05911021103610.47313/jkik.v9i1.4201Tantangan dan Peluang Dakwah Hijau di Era Digital: Studi Kualitatif pada Komunitas Muslim
https://journal.unas.ac.id/himmah/article/view/4198
<p>Green da'wah is an Islamic preaching approach that emphasizes the importance of environmental conservation as part of the khalifah fil-ardh (vicegerency on earth) mandate. Amid the rapid advancement of the digital era, millennial Muslim communities have vast access and potential to convey ecological messages grounded in Islamic values. This study aims to explore the challenges and opportunities of green da'wah within the context of digital media, focusing on millennial Muslim communities. The research adopts a descriptive qualitative method using secondary data, including scholarly articles, NGO reports, digital documentation, and national surveys. The findings reveal that digital media facilitates the dissemination of eco-theological messages, yet faces challenges such as misinformation, limited environmental literacy, and the dominance of consumer-driven content. Conversely, opportunities arise through online community networks, creative social campaigns, and visually driven da'wah. The study recommends a more adaptive, collaborative, and context-sensitive da'wah strategy tailored to the characteristics of digital-native Muslim millennials.</p> <p><strong>Keywords</strong>: digital generation; digital media; green da'wah; Islamic ecology; millennial Muslims</p>Aris Sarjito
Hak Cipta (c) 2025
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-052025-08-05911037105510.47313/jkik.v9i1.4198Transformasi Visi UEA 2021: Kajian Pendekatan Sosiologi Agama dalam Pembangunan Negara Muslim Modern
https://journal.unas.ac.id/himmah/article/view/4251
<p>Penelitian ini membahas bagaimana Uni Emirat Arab (UEA) mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembangunan sosial-politik modern melalui pendekatan sosiologi agama. Dengan fokus pada visi pembangunan nasional UEA 2021, makalah ini menganalisis bagaimana nilai-nilai seperti maslahah (kepentingan umum), maqashid al-shariah (tujuan-tujuan syariah), dan hikmah (kebijaksanaan) digunakan secara sistematis oleh negara dalam proses modernisasi dan reformasi institusional. Studi ini menunjukkan bahwa Islam di UEA tidak hanya dijadikan sebagai fondasi etika, tetapi juga sebagai sumber legitimasi simbolik dan alat rekayasa sosial yang mendukung stabilitas, integrasi nasional, serta konsolidasi kekuasaan negara. Dengan menggunakan kerangka sosiologi agama, makalah ini mengurai bagaimana simbol-simbol dan nilai-nilai Islam digunakan dalam pidato kenegaraan, kebijakan publik, dan pembangunan institusi seperti General Authority of Islamic Affairs and Endowments dan Ministry of Tolerance and Coexistence. Di samping itu, studi ini juga mengeksplorasi peran Islam dalam soft power UEA melalui diplomasi antaragama dan pembangunan ekonomi syariah, yang mengukuhkan posisi UEA sebagai negara Muslim modern yang adaptif terhadap globalisasi tanpa melepaskan akar nilai keagamaannya. Hasil kajian ini memperlihatkan bahwa visi UEA 2021 bukan sekadar proyek pembangunan teknokratis, tetapi juga proyek kultural dan religius yang menjadikan Islam sebagai kekuatan pemersatu dan pengarah perubahan sosial. Dengan demikian, makalah ini memberi kontribusi dalam memahami dinamika hubungan antara agama dan pembangunan negara di dunia Muslim kontemporer.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> UEA, sosiologi agama, pembangunan Islam modern, Visi 2021, negara Muslim</p>Fakih Fadilah MuttaqinAris Munandar
Hak Cipta (c) 2025
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-052025-08-05911056108010.47313/jkik.v9i1.4251Khataman Metode Rukū’ Dalam Meningkatkan Semangat Membaca Al-Qur’an (Studi Living Qur’an di Masjid As-Shodiqin)
https://journal.unas.ac.id/himmah/article/view/4206
<p><em>Penelitian ini berangkat dari fenomena di Masjid As-Shodiqin, Dusun Plosorejo, Ponorogo, di mana jama’ah mengalami keterbatasan dalam membaca Al-Qur’an secara rutin sebelum adanya sistem tadarus dengan metode rukū’. Sebelumnya, praktik membaca Al-Qur’an hanya dilakukan seminggu sekali dengan pembacaan Surah Yasin, tanpa sistematisasi yang jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan metode rukū’ dapat berkontribusi dalam membangun budaya membaca Al-Qur’an yang lebih berkelanjutan. Dalam penelitian ini akan membahas beberapa hal di antaranya: Bagaimana kondisi membaca Al-Qur’an Jama’ah Masjid As-Shodiqin sebelum diterapkannya metode rukū’; Bagaimana pelaksanaan khataman metode rukū’; dan Bagaimana pemahaman metode rukū’ di kalangan Jama’ah Masjid As-Shodiqin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, di mana data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode rukū’ memberikan kemudahan dalam membaca Al-Qur’an, terutama bagi jama’ah yang sebelumnya belum pernah mengkhatamkan Al-Qur’an. Sistem pembacaan yang singkat dan dilakukan secara konsisten setiap hari berhasil meningkatkan semangat dan keterlibatan jama’ah. Selain itu, penerapan metode ini juga memperkuat ukhuwah Islamiyah, karena frekuensi pertemuan harian membuat jama’ah lebih aktif dalam berinteraksi dan berbagi pengalaman keagamaan. Dengan demikian, metode rukū’ terbukti menjadi strategi efektif dalam membangun budaya membaca Al-Qur’an yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Masjid As-Shodiqin.</em></p>Fellashofa Regita RahmaliaFadhilah Rahmawati
Hak Cipta (c) 2025
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-052025-08-05911081110110.47313/jkik.v9i1.4206One China Policy and Its Implications for The Resolution of The Taiwan Strait Conflict in 2024
https://journal.unas.ac.id/himmah/article/view/4252
<p>This study discusses the impact of the One China Policy on efforts to resolve the conflict in the Taiwan Strait in 2024. The main issue is the increasing tension between China and Taiwan, and how this policy affects the process of resolving the conflict. The purpose of this study is to analyze the role of the One China Policy in hindering or creating space for diplomacy. This study uses a qualitative approach by combining realism and constructivism theories. The results show that this policy strengthens China's position and limits the options for peaceful negotiations, but also encourages the involvement of international actors carefully. The main contribution of this study is to provide a critical understanding of the influence of foreign policy on regional conflicts, as well as enriching the study of international relations in East Asia.</p> <p> </p> <p><strong>Keywords</strong>: One China Policy, Taiwan Strait, conflict, diplomacy, international relations.</p>Hendra MaujanaJaisy Khailisah Salsabila
Hak Cipta (c) 2025
http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-08-052025-08-05911102111910.47313/jkik.v9i1.4252