https://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/issue/feedIlmu dan Budaya2025-12-18T09:14:39+07:00Dr. Drs. Harun Umar, M.Siharun.umar@civitas.unas.ac.idOpen Journal Systems<p>Ilmu dan Budaya adalah Jurnal Nasional yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbitan Universitas Nasional (LPU-UNAS) Jakarta. Ilmu dan Budaya pertama kali terbit tahun 1978 dengan Nomor : 503/SK/Ditjen PPG/1978. Kajian Jurnal ini meliputi bidang Ilmu dan Budaya seperti Ilmu Sosial, Ekonomi, Hukum, Politk, Sastra, Komunikasi, Strategi Kemanusiaan, Administrasi Publik, Budaya dan Peradaban, dan Ilmu-Ilmu Sosial lainya (Multidisiplin Ilmu). Jurnal ini terbit setiap tahun 2 kali yaitu, Bulan April dan Oktober dengan Nomor <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1180436409" target="_blank">PISSN : 0126-2602</a>, <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20210708590879613" target="_blank">EISSN : 2798-6160</a>.</p>https://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/view/4255Upaya KPU Kota Serang dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat pada Pilkada Serentak 20242025-10-17T08:50:29+07:00Yohanes Ocidosen10123@unpam.ac.idYulvia Chrisdiana dosen03228@unpam.ac.idLouise Nisa Rindarto louisenisarindarto@gmail.comTetti Flora Barutu tettiflorab@gmail.com<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em> </em></strong><em>This study aims to explain the efforts of the General Election Commission (KPU) of Serang City in increasing public political participation in the 2024 Simultaneous Regional Elections. General Elections are part of public political participation to take part in a country's politics. Public political participation is an important indicator in a healthy democracy. The 2024 Simultaneous Regional Head Elections, as part of the democratic process in Indonesia, offer the public an opportunity to play an active role in determining leaders at the regional level. In this context, the role of the Serang City KPU as the election organizer is a major factor in optimizing citizen involvement in political participation in the Simultaneous Pilkada. This study uses a qualitative approach, with data collection techniques through interviews, observations, and literature studies. The results show that the KPU of Serang City has implemented various strategies to increase participation, such as community-based socialization, political education for first-time voters, anti-golput campaigns, and collaboration with community leaders and academics. Obstacles faced include low public political awareness, lack of public trust in political institutions, and economic factors. This research emphasizes the importance of adaptive and participatory election management strategies to maintain the quality of local democracy.</em></p> <p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan upaya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Serang dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat pada Pilkada Serentak tahun 2024. Pemilihan Umum merupakan bagian dari partisipasi politik masyarakat untuk ambil bagian dalam politik suatu negara. Partisipasi politik masyarakat adalah indikator penting dalam demokrasi yang sehat. Pilkada Serentak 2024 sebagai bagian dari proses demokrasi di Indonesia menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam menentukan pemimpin di tingkat daerah. Dalam konteks ini, peran KPUD Kota Serang sebagai penyelenggara pemilu menjadi faktor utama untuk meningkatan keterlibatan warga negara sebagai bentuk partisipasi politik di Pilkada Serentak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KPUD Kota Serang telah melaksanakan berbagai strategi peningkatan partisipasi, seperti sosialisasi berbasis komunitas, pendidikan politik pemilih pemula, kampanye anti-golput, serta kolaborasi dengan tokoh masyarakat dan akademisi. Hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya kesadaran politik masyarakat, kurangnya kepercayaan publik terhadap lembaga politik, dan faktor ekonomi. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi penyelenggara pemilu yang adaptif dan partisipatif guna menjaga kualitas demokrasi lokal.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 https://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/view/4270Analisis Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan terhadap Keterbukaan Informasi Publik di Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang2025-11-20T09:15:44+07:00Ajeng Hasti Widyahastiwidyaaa@gmail.comAgisthia Lestariagisthialestari10103@unpam.ac.id<p><em>This study was conducted to determine the level of community participation in monitoring public information disclosure in Cikande Village, Serang Regency, for the period 2022–2024, using a quantitative approach with a survey method of 100 respondents determined using the Slovin formula at a 10% margin of error. The research instrument was a questionnaire based on the UMEGA model, and analysis was performed with the assistance of SmartPLS software. The results show that community participation has a significant influence, although it remains in the moderate category, as reflected in the achievement of the Banten Public Information Openness Index (IKIP) for 2021–2022. Hypothesis testing reveals that the indicator of the community participation variable, namely information accessibility, has a significant effect on accountability with a t-statistic value of 3.928 > 1.96 and a p-value of 0.000. Furthermore, the community involvement indicator also shows a significant influence with a t-statistic value of 3.052 > 1.96 and a p-value of 0.002. These two indicators are the main determinants in driving public information openness and enhancing the accountability of government administration. Factors such as education, economic status, and technology access strengthen participation; however, infrastructure limitations and low social awareness remain challenges. This study recommends strengthening information access, improving technological facilities, and expanding variables in future research so that the findings can be generalized more broadly and support transparent and accountable governance practices.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat dalam pengawasan keterbukaan informasi publik di Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, periode 2022–2024 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei 100 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin pada tingkat kesalahan 10%. Instrumen penelitian berupa kuesioner berbasis model UMEGA dan dianalisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat memberikan pengaruh signifikan, meskipun masih berada pada kategori moderat, sebagaimana tercermin dalam capaian Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) Banten tahun 2021–2022. Uji hipotesis memperlihatkan bahwa indikator variabel partisipasi masyarakat, yaitu aksesibilitas informasi, memiliki pengaruh signifikan terhadap akuntabilitas dengan nilai <em>t statistics</em> 3,928 > 1,96 dan <em>p-value</em> 0,000. Selain itu, indikator keterlibatan masyarakat juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai <em>t statistics</em> 3,052 > 1,96 dan <em>p-value</em> 0,002. Kedua indikator tersebut menjadi penentu utama dalam mendorong keterbukaan informasi publik serta peningkatan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan. Faktor pendidikan, ekonomi, dan akses teknologi memperkuat partisipasi, namun keterbatasan infrastruktur dan rendahnya kesadaran sosial tetap menjadi tantangan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan akses informasi, peningkatan sarana teknologi, serta perluasan variabel dalam studi selanjutnya agar hasil dapat digeneralisasi secara lebih luas dan mendukung praktik tata kelola yang transparan dan akuntabel.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2025 https://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/view/4262Hubungan Gambar dan Teks pada Poster Iklan Kampanye Energi Terbarukan Perusahaan RWE dalam Perspektif Teori Semiotika Peirce dan Bahasa Iklan Janich2025-12-18T09:12:34+07:00Ingra Evanjelicaingraevanjelica@gmail.comJulia Wulandarij.wulandari@ui.ac.id<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>The energy company RWE uses advertising posters as a medium to promote its radical transformation from Europe's largest carbon dioxide emitter into a pioneering company for environmentally friendly renewable energy technology in Germany. This research aims to examine the semiotic elements and advertising language found in five advertising posters from RWE's renewable energy campaign, using Charles S. Peirce's semiotic theory and Nina Janich's advertising language theory. The research method is conducted through a literature study and employs analytical description to identify the types of signs and explain the relationship between images and text constructed in the five RWE advertisements.</em><em> The results of this research show that the most common type of sign found in RWE advertisements is the icon. The constructed relation between image and text in RWE advertisements is reziprok monosemierend in which the balance built between image and text is mutually supportive and related so that the message that advertisers are trying to build can be conveyed. The five advertisements contain positive associative and affective meanings shown through the choice of words. The images in the five advertisements can also influence the reader's emotions so as to convince the reader that the advertised product is able to meet the reader's needs in terms of providing electricity from environmentally friendly renewable energy.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p><em>Perusahaan energi RWE menggunakan poster iklan sebagai media untuk mempromosikan transformasi radikal dari perusahaan penghasil karbon dioksida terbesar di Eropa menjadi perusahaan pelopor teknologi energi terbarukan yang ramah lingkungan di Jerman. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji unsur semiotika dan bahasa iklan yang terdapat pada lima poster iklan kampanye penggunaan energi terbarukan oleh perusahaan energi RWE dengan menggunakan teori semiotika oleh Charles S. Peirce dan juga teori bahasa iklan oleh Nina Janich. Metode penelitian dilakukan melalui studi pustaka dan menggunakan deskripsi analitis untuk mengetahui jenis-jenis tanda dan menjelaskan relasi antara gambar dan teks yang terkonstruksi pada lima iklan RWE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tanda yang paling banyak ditemukan dalam iklan RWE ini adalah ikon. Relasi yang terkonstruksi antara gambar dan teks pada iklan RWE adalah reziprok monosemierend di mana keseimbangan yang dibangun antara gambar dan teks saling mendukung dan berkaitan sehingga pesan yang berusaha dibangun pengiklan dapat tersampaikan. Kelima iklan tersebut mengandung makna asosiatif dan afektif positif yang ditunjukkan melalui pemilihan kata-kata. Gambar pada kelima iklan tersebut juga dapat memengaruhi emosi pembaca sehingga dapat meyakinkan pembaca bahwa produk yang diiklankan mampu memenuhi kebutuhan pembaca dalam hal menyediakan listrik dari energi terbarukan yang ramah lingkungan.</em></p>2026-01-27T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026 https://journal.unas.ac.id/ilmu-budaya/article/view/4291Implementasi System Development Life Cycle dalam Perubahan Sistem Pelaporan dan Pencatatan Transaksi Berbasis Teknologi Informasi yang Terintegrasi (Studi pada Salah Satu RS BLU Pemerintah di Jawa Barat)2025-12-18T09:14:39+07:00Bani Saadbaannii@gmail.com<p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>To ensure the accountability of financial reports, the Directorate General of Treasury of the Ministry of Finance has implemented a management information system and a state property accounting system. The implementation of this system is fundamentally aimed at modernizing the state treasury system and reforming state financial management, particularly through an integrated technology-based transaction recording and reporting system. The Systems Development Life Cycle (SDLC) is a set of activities used to identify the requirements of a new system, develop a new system to support those requirements, and serves as a model to reduce risks through planning, execution, control, and documentation. The SDLC model consists of 5 phases: system strategy, preliminary project, in-house systems development, commercial packages, and maintenance and support. This research was conducted to analyze the implementation of the management information and state property accounting system using the Systems Development Life Cycle method at one of the BLU Government Public Hospitals in West Java in 2025. The study employed a qualitative approach. The results show that the BLU Government Hospital has implemented the SDLC by choosing the commercial packages scheme from a vendor. The researcher suggests that future studies could explore other SDLC methods in greater depth.</em></p> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Untuk menjamin akuntabilitas laporan keuangan, Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu telah mengimplementasikan sistem informasi manajemen dan akuntansi barang milik negara. Implementasi sistem ini pada dasarnya ditujukan untuk memodernisasi sistem perbendaharaan negara serta mereformasi pengelolaan keuangan negara, terutama pada sistem pelaporan dan pencatatan transaksi berbasis teknologi informasi yang terintegrasi.<em> Systems Development Life Cycle (SDLC) </em>merupakan kumpulan aktivitas yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan sistem baru, mengembangkan sistem baru untuk mendukung kebutuhan tersebut, dan sebuah model untuk mengurangi resiko melalui perencanaan, eksekusi, pengendalian, dan dokumentasi. Model SDLC memiliki 5 fase: strategi sistem, projek pendahuluan, <em>In-House Systems Development, Commercial Packages, pemelihataan dan dukungan. </em>Penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisis terhadap implementasi sistem informasi manajemen dan akuntasi barang milik negara melalui metode <em>Systems Development Life Cycle</em> terhadap salah satu rumah sakit pemerintah BLU Pemerintah di Jawa Barat pada tahun 2025. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS BLU Pemerintah tersebut telah mengimplementasi SDLC dengan memilih skema <em>commercial packages </em>dari vendor. Peneliti menyarankan agar penelitian selanjutnya bisa dilakukan dengan memperdalam metode SDLC yang lain.</p>2026-02-02T00:00:00+07:00Hak Cipta (c) 2026