Citra Geolistrik Resistivitas 2-Dimensi Untuk Identifikasi Zona Laterit Dan Zona Bedrock Profil Nikel Laterit

Ifanali Iha, Puji Hartoyo

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona laterit dan zona
bedrock menggunakan metode geolistrik resistivitas dan memperkirakan volume zona
nikel laterit dari hasil identifikasi. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh
dari PT.Aneka Tambang Tbk. Pengambilan data lapangan (akuisisi data) dilakukan di
daerah kuasa tambang PT. Aneka Tambang Tbk, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten
Kolaka, Sulawesi Tenggara. Metode geolistrik resistivitas merupakan salah satu
metode geofisika yang sering digunakan dalam eksplorasi untuk identifikasi
kandungan mineral di bawah permukaan. Metode ini dilakukan dengan cara
mengalirkan arus listrik ke dalam perut bumi dan dihitung nilai resistivitas batuan saat
dialiri arus listrik. Endapan nikel laterit terbentuk dari hasil pelapukan batuan
ultramafik. Daerah Pomalaa adalah salah satu daerah yang memiliki potensi nikel
laterit paling besar. Pengolahan data dilakukan menggunakan Software Res2dInv dan
Surfer 12. Hasil dari pengolahan data adalah nilai resistivitas dan kedalaman dari
profil nikel laterit. Resistivitas dari zona top soil (overburden) adalah 120 -750
ohm.m, resistivitas dari zona laterit adalah 0-120 ohm.m, dan resistivitas dari zona
bedrock lebih dari 200 ohm.m. Kedalaman dari zona top soil (overburden) adalah 0-
30 m, kedalaman dari zona laterit adalah 10-60 m, dan kedalaman dari zona bedrock
berada lebih dari 50 m. Dengan perkiraan luas daerah sebesar 99.000 m2 dan
ketebalan zona laterit 30 m di bawah permukaan diperoleh volume zona nikel laterit
sebesar 2.970.000 m3.

Keywords


citra geolistrik, identifikasi zona, laterit, bedrock, profil nikel

Full Text:

PDF

References


AizebeokhaiA.P., Olayinka, A.I. dan Singh, V.S., 2010, Application of 2D and 3D

Geoelectrical Resistivity Imaging For Engineering Site Investigation In a Crystalline Basement Terrain, Southwestern Nigeria. Journal of Environmental Earth Sciences, 1481-1492.

Hamdan, H., et al., 2012, 2D and 3D imaging of the metamorphic carbonates at Omalos plateu/polje, Crete, Greece by employing independent and joint inversion on resistivity and seismic data. International Journal of Speleology, 41(2),199-209.

Virman, Endang H., Risal P., Muhammad A.M., 2014, Penentuan Profil Nikel

Laterit Menggunakan Metode Geolistrik Tahanan Jenis Daerah Entrop Kota

Jayapura. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Pendidikan Sains IX, Fakultas

Sains dan Matematika, UKSW Salatiga, Vol.5, No.1.

Hendrajaya, L. dan Arif, I., 1990, Metode Geolistrik Tahanan Jenis. ITB : Bandung.

Telford, W.M., 1990, Applied Geophysicist. Cambridge University Press.

Loke, M.H. 2001. Tutorial: 2-D and 3-D Electrical Imaging Surveys. Malaysia.

Penang.

Aizebeokhai, A.P., 2010, 2D and 3D Geoelectrical Resistivity Imaging: Theory and Field Design. Scientific Research and Essay, 5(23), 3592-3605.

Waheed. A., 2004, Nickel Laterites-A Short Course: Chemistry, Mineralogy, and formation of nickel laterites (unpublished).

Sutisna, Deddy T., et al, 2006, Perancangan Eksplorasi Cebakan Nikel Laterit Di Daerah Wayamli, Teluk Buli, Halmahera Timur. Makalah Ilmiah. Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 1 No.3

Elias, M.,2001, Nickel Laterite Deposits – Geological Overview, Resorces and

Exploitation. Australia : CSA Australia

Nukdin, Ernita, 2012, Geologi dan Studi Pengaruh Batuan Dasar Terhadap Deposit Nikel Laterit Daerah Taringgo Kecamatan Pomalaa Kabupaten Kolaka Propinsi Sulawesi Tenggara. Jurnal Ilmiah MTG, Vol.5, No.2.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Jurnal Ilmiah Giga

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Indexing by:

References Style

Copyright notice

Authors who publish with this journal agree to the following terms:

  1. Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
  2. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
  3. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).

Barcode online


Fakultas Teknik dan Sains, Universitas Nasional, Jakarta