PENGGUNAAN AKRONIM DI DALAM ACARA TV KOREA RUNNING MAN DAN 2D1N

Authors

  • Suyanti Natalia Bahasa Korea, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Nasional, Jakarta
  • Sheline Sabila Rosyanisa Bahasa Korea, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Nasional, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.47313/aksarabaca.v2i2.3163

Abstract

ABSTRAKKorea Selatan tidak hanya terkenal oleh K-Pop dan K-Drama, dalam industri hiburan Korea Selatan variety show memiliki tempat khusus dan cukup diminati sebagai hiburan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif,penelitian ini mencoba memaparkan akronim baik lisan maupun tulisan yang digunakan serta metode pembentukkannya dari dua acara variety show yaitu 2D1N dan Running Man berdasarkan teori abreviasi olehKridalaksana. Selama masa tayang 23 februari sampai 5 juli 2020 ditemukan 59 (lima puluh sembilan) akronim yang digunakan dalam program 2D1N dan 78 (tujuh puluh delapan) akronim di program Running Man. Dari ketiga metode akronim dalam tata Bahasa Korea, metode 축약어 (chug-yag-eo) dan 두음절어 (dueumjeol-eo) adalah yang paling sering dan umum digunakan karena memiliki proses pembentukkan yang mudah. Metode ini serupa dengan teknik kontraksi dalam teori abreviasi. Metode ini pun yang mendominasi akronim yang ditemukan pada objek penelitian. Pada kedua acara teridentifikasi 15 (lima belas) akronim yang sama. Kesamaan ini terjadi karena kedua acara memiliki kesamaan pada situasi dan konteks penggunaannya. Kata kunci: Akronim, abreviasi, variety show ABSTRACTSouth Korea is not only famous for K-Pop and K-Drama, in the South Korean entertainment industry variety shows have a special place and are quite popular as entertainment. With a descriptive qualitative approach, thisresearch tries to explain the acronyms both verbally and in writing used as well as the method of forming them from two variety shows, namely 2D1N and Running Man based on the abbreviation theory by Kridalaksana.During the broadcast period from February 23 to July 5 2020, 59 (fifty-nine) acronyms were found used in the 2D1N program and 78 (seventy-eight) acronyms in the Running Man program. Of the three acronym methods inKorean grammar, the 축약어 (chug-yag-eo) and 두음절어 (dueumjeol-eo) methods are the most frequently and commonly used because they have an easy formation process. This method is similar to the contraction techniquein abbreviation theory. This method also dominates the acronyms found in research objects. In both events the same 15 (fifteen) acronyms were identified. This similarity occurs because the two events have similarities in the situation and context of their use. Keywords: Acronyms, abbreviations, variety shows

References

Cho Sungdai & John Whitman. 2020. Korean A Linguistic Introduction. United Kingdom: Cambridge University Press

Kridalaksana, Harimurti. 2007. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia

Pustaka Utama.

Lee Kee Dong. 1997. A Korean Grammar on Semantic-Pragmatic

Principles. Seoul: 한국문화사 Nazir, Moh. 2017. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia

Sugiyono. 2019. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Yeon Jae Hoon & Lucien Brown. 2015. The Handbook of Korean Linguistics. USA: John Wiley & Sons.

Downloads

Published

2024-02-19