Abu ‘Ala Al-Maududi dan Gerakan Politik: Islamisme, Negara dan Kemerdekaan Pakistan
DOI:
https://doi.org/10.47313/jkik.v9i1.4110Abstract
Tulisan ini membahas bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami, yang dia dirikan, memainkan peran penting dalam membangun gagasan tentang kenegaraan Republik Islam Pakistan pasca merdeka dari kolonialisme Inggris dan berpisah dari India tahun 1947. Sebagai tokoh yang dipandang dari sudut pandang Barat, dianggap kontroversial karena sempat menolak pemisahan Pakistan dengan Negara induk India. Namun, setelah itu, Al-Maududi adalah orang yang paling aktif dalam mendukung pembentukan Republik Islam Pakistan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami berpartisipasi dalam gerakan politik untuk penegakan Negara Islam di Pakistan. Selain itu, mengkritik perspektif Barat yang menganggapnya sebagai figur separatis dalam gerakan Muslim India. Metode penulisan kali ini adalah dengan menggunakan metode sejarah kritis dengan tahapan heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam penelusuran sumber studi pustaka penulis menggunakan tulisan pikiran dari Al-Maududi dan Sejarawan yang gandrung dengan persoalan Islam di Asia Selatan. Penulisan ini menggunakan pendekatan sosio-politik, dan lebih mendalam untuk melihat sosok Abu ‘Ala Al-Maududi kami melihat secara holistik dalam fragmen Sejarah intelektualisme Islam. Sebagai intelektual organik Al-Maududi bersama Jemaat Islami berani menjadi oposisi melawan hasil pemilu 1937 serta bergerilya untuk terbentuknya Negara Islam di Barat India yang saat ini menjadi Pakistan. Dalam temuan beberapa riset, Al-Maududi dengan organisasinya Jema’at El-Islami dianggap kelanjutan dari Hassan Al-Banna melalui gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, namun ternyata banyak sekali perbedaan. Meskipun mendapat stigma radikal oleh Barat, namun gerakannya tidak sepenuhnya membenci barat. Dalam konsep doktrin Islam dan Negara yang digaungkan Al-Maududi yakni Teo-Demokrasi adalah bentuk pembaharuan dari Sekularisme Demokrasi Barat dan menurutnya adalah perlunya titik temu antara kedaulatan rakyat dengan nilai-nilai Ketuhanan Islam.
Kata Kunci: Al-Maududi, Jamaat Islami, Pakistan
References
Abdurrahman, D. (1999). Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.
Ahadiya, I. A. (2025). Implementasi Pemikiran Politik Al-Maududi Dalam Dinamika Politik Kontemporer. Politea: Jurnal Politik Islam, 5(1), 17-36. doi:https://doi.org/10.20414/politea.v5i1.4537
Ahmad, I. (2009). Genealogy of the Islamic State: Reflections on Maududi’s Political Thought and Islamism. The Journal of the Royal Anthropological Institute, 15(1), S145-S162. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/20527694
Ahmad, I. (2009). Islam and Democracy in India: The Transformation of The Jama'at e-Islami. Oxford: Pricenton University Press.
Ahmed, A. S. (1987). Pakistan Society: Islam, Ethnicity and Leadership in South Asia. Oxford, English: Oxford University Press.
Al-Maududi, A. A. (1991). Politik Alternatif: Suatu Perspektif Islam (Vol. 1). (M. Nurkaim, Övers.) Jakarta: Gema Insani Press.
Al-Maududi, A. A. (1993). Khilafah dan Kerajaan: Evaluasi Kritis atas Dasar Sejarah Pemerintahan Islam. Bandung: Mizan.
Arnold, T. W. (1913). The Preaching of Islam: A History of the Propagation of the Muslim Faith . London: Constable & Company Ltd.
At-Turabi, H. (2006). Kebangkitan Islam dan Negara-Negara Kawasan Arab. Jakarta: https://www.isnet.com.
Effendy, B. (2011). Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Jakarta: Yayasan Abad Democracy.
Engineer, A. A. (1996). Pakistan: Religion, Politics and Society. Economic and Political Weekly, 31(41/42), 2800-2803. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/4404680
Ilman Nafi'a, S. G. (2019). The Root of Islamic Fundamentalism in The Political Thoughts of Al-Maududi and Sayyid Qutb: A Historical Study. Jurnal Tamaddun, 7(02), 258-277.
Jainuri, A. (1995). Pemikiran al-Maududi tentang Negara Islam. i LPMI, Islam Berbagai Perspektif Didedikasikan Untuk 70 Tahun Prof. Dr. H. Munawwir Sjadzali (ss. 192-195). Yogyakarta: LPMI .
Jannah, S. (1997). Konsep Syura dalam Islam dan Pemerintahan Demokrasi Menurut UUD 1945. Jurnal Hukum Islam Al-Mawarid, 6(1), 60-70.
Khairina, I. S. (2018). Pemikiran Abul A'la Al-Maududi Tentang Politik. International Conference on Humanity, Law and Sharia (ICHLASH) (ss. 195-201). Batu Sangkar, Sumatera Barat: UIN Batu Sangkar.
Kuntowijoyo. (2003). Pengantar Ilmu Sejarah. Bandung: Mizan.
Lerman, E. (1981). Mawdudi’s Concept of Islam. Middle Eastern Studies, 17(4), 492-509. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/4282856
Lloyd, C. (1993). The Structure of History. Cambridge, Masschusetts: Blackwell Publishers.
Madjid, N. (2005). Islam, Doktrin, dan Peradaban. Jakarta: Paramadina.
Maryam, S. (2004). Sejarah dan Peradaban Islam: Dari Masa Klasik Hingga Modern. Yogyakarta: LESFI.
Maududi, S. A. (1960). The Islamic Law and Constitution. (K. Ahmad, Övers.) Lahore, Pakistan: Islamic Publication (Pvt) Ltd.
Moten, A. R. (2004). Islamization of Knowledge in Theory and Practice: The Contribution of Sayyid Abul A’lā Mawdūdī. Islamic Studies, 43(2), 247-272. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/20837343
Rahardjo, M. D. (2012). Kritik Nalar Islamisme dan Kebangkitan Islam. Jakarta: Freedom Institute.
Rahmena, A. (1995). Para Perintis Zaman Baru Islam. Bandung: Mizan.
Robinson, F. (1998). The British Empire and Muslim Identity in South Asia. Transactions of the Royal Historical Society, 8(1), 271-289. doi:https://doi.org/10.2307/3679298
Sadzali, M. (1990). Islam dan Tata Negara: Ajaran, Sejarah, dan Pemikiran. Depok: UI Press.
Sayeed, K. B. (1957). The Jama’ at-i-Islami Movement in Pakistan. Pacific Affairs, 30(1), 59-68. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/2752661
Shaikh, F. (1986). Muslims and Political Representation in Colonial India: The Making of Pakistan. Modern Asian Studies, 20(3), 539-557. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/312536
Syawi, T. M. (1997). Syura Bukan Demokrasi (Vol. 1). (Djamaludin, Övers.) Jakarta, Jakarta: Gema Insani Press.
Voll, J. O. (1997). Politik Islam: Kelangsungan dan Perubahan di Dunia Modern. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.
Watt, W. W. (1996). Fundamentalisme Islam dan Modernitas. (N. Hadi, Övers.) Yogyakarta: Hafamira.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-NC-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
