Abu ‘Ala Al-Maududi dan Gerakan Politik: Islamisme, Negara dan Kemerdekaan Pakistan

Authors

  • Ahmad Fauzan Baihaqi Fauzan Universitas Diponegoro
  • Bryna Rizkinta Universitas Diponegoro
  • Ilham Nur Utomo Universitas Diponegoro
  • Desi Susanti Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia
  • Muhammad Zulham Program Studi Hubungan Internasional, Universitas Nasional

DOI:

https://doi.org/10.47313/jkik.v9i1.4110

Abstract

Tulisan ini membahas bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami, yang dia dirikan, memainkan peran penting dalam membangun gagasan tentang kenegaraan Republik Islam Pakistan pasca merdeka dari kolonialisme Inggris dan berpisah dari India tahun 1947. Sebagai tokoh yang dipandang dari sudut pandang Barat, dianggap kontroversial karena sempat menolak pemisahan Pakistan dengan Negara induk India. Namun, setelah itu, Al-Maududi adalah orang yang paling aktif dalam mendukung pembentukan Republik Islam Pakistan. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk melihat bagaimana Al-Maududi dan Jamaat Islami berpartisipasi dalam gerakan politik untuk penegakan Negara Islam di Pakistan. Selain itu, mengkritik perspektif Barat yang menganggapnya sebagai figur separatis dalam gerakan Muslim India. Metode penulisan kali ini adalah dengan menggunakan metode sejarah kritis dengan tahapan heuristik, kritik sumber atau verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dalam penelusuran sumber studi pustaka penulis menggunakan tulisan pikiran dari Al-Maududi dan Sejarawan yang gandrung dengan persoalan Islam di Asia Selatan. Penulisan ini menggunakan pendekatan sosio-politik, dan lebih mendalam untuk melihat sosok Abu ‘Ala Al-Maududi kami melihat secara holistik dalam fragmen Sejarah intelektualisme Islam. Sebagai intelektual organik Al-Maududi bersama Jemaat Islami berani menjadi oposisi melawan hasil pemilu 1937 serta bergerilya untuk terbentuknya Negara Islam di Barat India yang saat ini menjadi Pakistan. Dalam temuan beberapa riset, Al-Maududi dengan organisasinya Jema’at El-Islami dianggap kelanjutan dari Hassan Al-Banna melalui gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir, namun ternyata banyak sekali perbedaan. Meskipun mendapat stigma radikal oleh Barat, namun gerakannya tidak sepenuhnya membenci barat. Dalam konsep doktrin Islam dan Negara yang digaungkan Al-Maududi yakni Teo-Demokrasi adalah bentuk pembaharuan dari Sekularisme Demokrasi Barat dan menurutnya adalah perlunya titik temu antara kedaulatan rakyat dengan nilai-nilai Ketuhanan Islam.

Kata Kunci: Al-Maududi, Jamaat Islami, Pakistan

References

Abdurrahman, D. (1999). Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Ahadiya, I. A. (2025). Implementasi Pemikiran Politik Al-Maududi Dalam Dinamika Politik Kontemporer. Politea: Jurnal Politik Islam, 5(1), 17-36. doi:https://doi.org/10.20414/politea.v5i1.4537

Ahmad, I. (2009). Genealogy of the Islamic State: Reflections on Maududi’s Political Thought and Islamism. The Journal of the Royal Anthropological Institute, 15(1), S145-S162. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/20527694

Ahmad, I. (2009). Islam and Democracy in India: The Transformation of The Jama'at e-Islami. Oxford: Pricenton University Press.

Ahmed, A. S. (1987). Pakistan Society: Islam, Ethnicity and Leadership in South Asia. Oxford, English: Oxford University Press.

Al-Maududi, A. A. (1991). Politik Alternatif: Suatu Perspektif Islam (Vol. 1). (M. Nurkaim, Övers.) Jakarta: Gema Insani Press.

Al-Maududi, A. A. (1993). Khilafah dan Kerajaan: Evaluasi Kritis atas Dasar Sejarah Pemerintahan Islam. Bandung: Mizan.

Arnold, T. W. (1913). The Preaching of Islam: A History of the Propagation of the Muslim Faith . London: Constable & Company Ltd.

At-Turabi, H. (2006). Kebangkitan Islam dan Negara-Negara Kawasan Arab. Jakarta: https://www.isnet.com.

Effendy, B. (2011). Islam dan Negara: Transformasi Gagasan dan Praktik Politik Islam di Indonesia. Jakarta: Yayasan Abad Democracy.

Engineer, A. A. (1996). Pakistan: Religion, Politics and Society. Economic and Political Weekly, 31(41/42), 2800-2803. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/4404680

Ilman Nafi'a, S. G. (2019). The Root of Islamic Fundamentalism in The Political Thoughts of Al-Maududi and Sayyid Qutb: A Historical Study. Jurnal Tamaddun, 7(02), 258-277.

Jainuri, A. (1995). Pemikiran al-Maududi tentang Negara Islam. i LPMI, Islam Berbagai Perspektif Didedikasikan Untuk 70 Tahun Prof. Dr. H. Munawwir Sjadzali (ss. 192-195). Yogyakarta: LPMI .

Jannah, S. (1997). Konsep Syura dalam Islam dan Pemerintahan Demokrasi Menurut UUD 1945. Jurnal Hukum Islam Al-Mawarid, 6(1), 60-70.

Khairina, I. S. (2018). Pemikiran Abul A'la Al-Maududi Tentang Politik. International Conference on Humanity, Law and Sharia (ICHLASH) (ss. 195-201). Batu Sangkar, Sumatera Barat: UIN Batu Sangkar.

Kuntowijoyo. (2003). Pengantar Ilmu Sejarah. Bandung: Mizan.

Lerman, E. (1981). Mawdudi’s Concept of Islam. Middle Eastern Studies, 17(4), 492-509. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/4282856

Lloyd, C. (1993). The Structure of History. Cambridge, Masschusetts: Blackwell Publishers.

Madjid, N. (2005). Islam, Doktrin, dan Peradaban. Jakarta: Paramadina.

Maryam, S. (2004). Sejarah dan Peradaban Islam: Dari Masa Klasik Hingga Modern. Yogyakarta: LESFI.

Maududi, S. A. (1960). The Islamic Law and Constitution. (K. Ahmad, Övers.) Lahore, Pakistan: Islamic Publication (Pvt) Ltd.

Moten, A. R. (2004). Islamization of Knowledge in Theory and Practice: The Contribution of Sayyid Abul A’lā Mawdūdī. Islamic Studies, 43(2), 247-272. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/20837343

Rahardjo, M. D. (2012). Kritik Nalar Islamisme dan Kebangkitan Islam. Jakarta: Freedom Institute.

Rahmena, A. (1995). Para Perintis Zaman Baru Islam. Bandung: Mizan.

Robinson, F. (1998). The British Empire and Muslim Identity in South Asia. Transactions of the Royal Historical Society, 8(1), 271-289. doi:https://doi.org/10.2307/3679298

Sadzali, M. (1990). Islam dan Tata Negara: Ajaran, Sejarah, dan Pemikiran. Depok: UI Press.

Sayeed, K. B. (1957). The Jama’ at-i-Islami Movement in Pakistan. Pacific Affairs, 30(1), 59-68. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/2752661

Shaikh, F. (1986). Muslims and Political Representation in Colonial India: The Making of Pakistan. Modern Asian Studies, 20(3), 539-557. Hämtat från http://www.jstor.org/stable/312536

Syawi, T. M. (1997). Syura Bukan Demokrasi (Vol. 1). (Djamaludin, Övers.) Jakarta, Jakarta: Gema Insani Press.

Voll, J. O. (1997). Politik Islam: Kelangsungan dan Perubahan di Dunia Modern. Yogyakarta: Titian Ilahi Press.

Watt, W. W. (1996). Fundamentalisme Islam dan Modernitas. (N. Hadi, Övers.) Yogyakarta: Hafamira.

Published

2025-08-05

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.