Social Movements and Digital Activism on Twitter: A Case Study of Development Conflict over the National Strategic Projects (PSN) Rempang Eco City in Batam

Penulis

  • Isti' Adah Pascasarjana Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena gerakan sosial dan aktivisme dalam ruang publik digital, khususnya Twitter, yang berkaitan dengan konflik pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City. Konsep ruang publik yang dikemukakan oleh Habermas dipahami sebagai arena komunikasi dan advokasi masyarakat. Ruang ini diartikan sebagai tempat yang inklusif, deliberatif dan partisipatif yang mendorong interaksi antar individu. Munculnya ruang publik baru seperti cyberspace mampu mengubah bentuk ruang publik ke dalam format digital. Berbeda dengan ruang publik tradisional, cyberspace memberikan kesempatan bagi berbagai elemen masyarakat untuk berkomunikasi, berinteraksi dan menyampaikan pandangannya kapan saja dan di mana saja. Pembangunan PSN Rempang Eco City di Pulau Rempang, Batam merupakan salah satu contoh konflik agraria yang mencerminkan kompleksitas antara pembangunan ekonomi dan hak-hak masyarakat adat. Hingga 2024 isu ini tetap hangat dan menjadi perbincangan. Konflik Pembangunan PSN Rempang ini menyoroti isu lokal serta menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan ruang digital untuk menciptakan narasi alternatif dan menentang kebijakan yang dianggap melanggar keadilan sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif dengan pendekatan Social Network Analysis (SNA). Data yang digunakan adalah unggahan-unggahan media sosial Twitter selama periode 8-18 September 2023. Penelitian ini juga mengkaji sentiment opini publik, analisis tagar, aktor kunci, dan wacana yang berkembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan sosial dan praktik aktivisme digital melalui Twitter pada konflik Pembangunan PSN Rempang Eco City telah efektif untuk mobilisasi sosial, Berdasarkan hasil analisis SNA sebesar 65% Kontra, Kelompok ini tegaskan tolak relokasi warga Pulau Rempang dan mengecam terhadap aksi anarkis aparat yang dilakukan kepada warga Rempang.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-02-27