Kontekstualisasi Nilai-Nilai Islam: Perspektif Wasathiyah Dalam (Pemikiran Masykuri Abdillah)

Penulis

  • Achmad Mashuri Uin Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.47313/jkik.v9i1.4201

Abstrak

Artikel ini mengkaji pemikiran Masykuri Abdillah tentang kontekstualisasi nilai-nilai Islam melalui pendekatan wasathiyah (moderasi) dalam menjawab tantangan modernitas di Indonesia. Masykuri Abdillah, seorang cendekiawan Muslim terkemuka yang berlatar pendidikan pesantren tradisional dan akademis Barat, menawarkan sintesis inovatif antara berbagai paradigma pemikiran Islam untuk menciptakan pemahaman yang lebih holistik dan komprehensif. Kajian ini menunjukkan bagaimana Masykuri mengintegrasikan tradisi Islam dengan konsep-konsep modern seperti demokrasi, pluralisme, dan hak asasi manusia melalui pendekatan moderasi yang menjembatani kesenjangan antara pandangan konservatif dan liberal. Melalui kontekstualisasi hukum Islam, Masykuri menegaskan bahwa Islam dapat beradaptasi dengan kehidupan bernegara tanpa mengorbankan nilai-nilai pokoknya. Fokus utama pemikirannya mencakup penekanan pada ijtihad berkelanjutan, dialog antaragama, serta relevansi ajaran Islam dalam konteks Indonesia yang multikultural. Artikel ini berkontribusi pada diskusi tentang hubungan Islam dan negara, serta menawarkan panduan praktis bagi umat Islam dalam mengintegrasikan ajaran agama ke dalam kehidupan modern dengan tetap mempertahankan identitas keislaman.

Biografi Penulis

Achmad Mashuri, Uin Sunan Ampel Surabaya

Program Studi S1 Pemikiran Politik Islam, Uin Sunan Ampel Surabaya

Referensi

Abdillah, M. (2014). Islam dan Hak Asasi Manusia: Penegakan dan Problem HAM Di Indonesia. Miqot: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 38(2).

Abdillah, M. (2020). Aktualisasi Islam dan Keindonesiaan Dalam Koteks Ideologi Negara Pancasila. Himmah: Jurnal Kajian Islam Kontemporer, 4(1). Diambil kembali dari https://journal.unas.ac.id/himmah/article/view/1100

Amin, A. M. (2019). Konsep Sekularisasi Menurut Nurkholis Majid (Studi Atas Pemikiran Sekularisasi Nurcholish Madjid). Jurnal Manthiq, 4(2).

Fariduddin, E. I. (2020). Kontekstualisasi Hukum Islam dalam Realitas Sosial-Budaya Perspektif Wael B. Hallaq. Journal of Islamic Law and Civil Law, 3(1).

Fuad, A. N., Arbaiyah, A., Mughni, S., & Jainuri, A. (2007). Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies. Islam and Human Rights in Indonesia: An Account of Muslim Intellectuals’ Views, 45(2).

Hasanah, U., & Purwanti, E. (2020). Kyai, Politics And Dakwah Patterns: Reading Political Narratives In Religious Spaces. Al Qalam, 37(1), 1–26.

Hefni, W. (2018). Kebijakan Politik Dalam Pengembangan Tradisi Akademik Intelektual Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Akademika: Jurnal Pemikiran Islam, 23(1).

Kohar, A. (2020). Politik Islam: Analisis Pemikiran Ibn Bājjah Dalam Kitāb Tadbĩr Al- Mutawahhid. Politea : Jurnal Politik Islam, 3(1), 69–90.

Mukharrom, T., & Abdi, S. (2023). Harmonizing Islam and Human Rights Through the Reconstruction of Classical Islamic Tradition. Samarah, 7(1).

Nahrowi, Masyrofah, & Handayani, N. (2020). The Dynamics of The Democratic Process In Legal Politics In Indonesia And Egypt. Jurnal Cita Hukum, 8(3).

Nopryana, R. D., & Susilowati, I. (2022). The Relation of Religion and Culture in the Review of Indonesian Islamic Community Development. International Journal on Advanced Science, Education, and Religion, 5(3).

Rois, C., & Masrury, F. (2023). Fiqih Al-Ḥaḍarah Perspektif Geopolitik: Gagasan Diplomasi Perdamaian NU Melalui Rekontekstualisasi Fiqih Siyasah. An-Nida, 47(1).

Usman, Z. A. (2014). Sekularisme Politik Dalam Perspektif Abdullahi Ahmed An-Naim. Kalam: Jurnal Agama, 12(1).

Zawawi, A. (2015). Politik Dalam Pandangan Islam. Jurnal Ummul Qura, 5(1), 85–100.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-08-05

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Obs.: Plugin ini minimal membutuhkan satu plugin statistik/laporan aktif. Jika plugin statistik menghasilkan lebih dari satu metrik, pilihlah metrik utama pada pengaturan halaman admin dan/atau pada halaman pengaturan manajer jurnal.