KEMANUSIAAN BARU: SEBUAH WACANA PENEGUHAN GAGASAN DALAM SILA KEDUA PANCASILA

Hari Zamharir, Sazali Sazali

Abstract


Our current crisis of humanity should have also been associated with the problematic conception of humanity within secular or positivist social science perspective, especially with regards the ethics. The paper makes further account of the discourse on humanity in order to give light to better philosophical basis for our changes of world politics. The view would also contribute to encouraging discourse on the ideological basis of Indonesia, Pancasila.

Keywords


humanity, ethics, epistemology, theory

Full Text:

PDF

References


Alisjahbana, Iskandar .2006. ”Perkembangan Kebudayaan Dilihat dari Sudut Teori Evolusi”, dalam Mashad, S Abd Karim, ed. Sang Pujangga. Yogya Pustaka Pelajar, hlm. 88-111.

Cranston, Maurice. 2005. ”Ideology”. Encyclopedia Britannica. http://www.culturaleconomics.atfreeweb.com, diakses 12/31/2008.

Djiwandono. J Soedjati “Megawati, terrorism, U.N, and security“ The Jakarta Post . 7 – 8 Oct. 2003

Falk, Richard.1997. “Geopolitik Penyingkiran Islam”, dalam Ulumul Quran Vol VII 6; hlm. 63 -76

”Khatami tentang Dailog Peradaban” http://www.muhammdiyah.or.id/ akses 10 Januari 2009

Luhulima, C.P.F. 2003 “Pembrantasan Terorisme dan Kejahatan Transnasional dalam Pembangunan Keamanan Asia Tenggara”, dalam Analisa CSIS. XXXII No. 1 hlm. 31-48.

Mangunwijaya, YB. Penyunting. 1985. Teknologi dan Dampak Kebudayaannya. Vol . II. Jakarta: Obor

Meyer, Thomas. 2004. Politics of Identity: the challenge of modern fundamentalism dalam Politik Identitas Jakarta: FES –Pemuda Muhammdiyah, hlm. 85- 87

Nasution, Adnan Buyung . 1993. “Kata Pengantar” (Liii – Lix ) untuk buku Hannah Arendt, Asal usul Totaliterisme : Jilid I Anti Semitisme. Jakarta

Nikkel, David, H. 2009. “The Mystical formation of Paul Tillich dalam The Global Spiral. http://www.metanexus.ner/magazine/akses 10 Jan 2009

STA “Sastera yang Bertanggungjawab pada Permulaan Bangkitnya Kebudayaan Umat Manusia yang Baru” dalam Sang Pujangga, 2006, hal. 463-493

Tillich, Paul, 2002. Teologi Kebudayaan: Tendensi, Apolikasi dan Komparasi, Penerjemah Miming Muhaimin. Yogyakarta: IRCiSoD.

Tillich, Paul. 2009. “Paul Tillich, existensialism” dalam http://www.dividingline.com/private/ akses 10 Jan 2009

Wald, Kenneth & Clyude Wilcox 2006. ”Getting Religion: Has Political Scince Rediscovered the faith factor ?”. American Political Scince Review. Vol.100 (4), Nov., pp. 523-529

Wu, James. 2009. “Paul Tillich: Biography and Systemtic Theology I”, dalam http://people.bu.edu/wildman akses 10 Januari 2009

Zamharir, Hari. 2004. Agama dan Negara: Analisis Kritis Pemikiran Politik Nurcholish Madjid. Jakarta: Rajagrafindo.

“The Nobel Peace Prize 1964—Presentation Speech” http://nobelprize.org/ akses 8 Januari 2009

http://id.wikipedia.org. akses 10 Januari 2009

http://news.bbc.co.uk. Akses 10 Januari 2009.

David H. Nikkel, “The Mystical formation of Paul Tillich dalam The Global Spiral. http://www.metanexus.ner/magazine/ akses 10 Jan 2009

“Political Theology” dalam http://theologytoday.ptsem.edu accessed 6/23/2008. h.2

Mark Lilla, “Coping with Political Theology” in http://www.cato-unbound.org/2007/ accessed 6/23/2008


Refbacks

  • There are currently no refbacks.