POLA TUTUR PERLOKUSI DALAM WEB SERIES DI BALIK HATI: SEBUAH TNJAUAN PRAGMATIK PERSPEKTIF LEECH

Authors

  • Muhdie Amir Karim Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ifi Erwhintiana Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.47313/pujangga.v6i2.995

Abstract

The aim of this study is to analyze the types of perlocutionary act in Di Balik Hati web series.
According to Geoffrey Leech’s perspective, there are sixteen types of perlocutionary act. The types is
used to analyze the dialogue of Di Balik Hati web series. This study is descriptive-qualitative. The
sources of data from dialogues in the nine episodes of this web series. The technique of data collection
is wactching and noting. And then, the technique of data analysis is model analisis Miles and
Huberman. The types of perlocutionary acts found in this web series are 23 dialogues including:
persuade, impress, get hearer to do, get hearer to know or learn, get hearer to think about, distract
attention, irritate, deceive, inspire, encourage, and relieve tension
Keywords: leech, perlocutionary, web series

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis jenis-jenis tindak tutur perlokusi dalam web series
Di Balik Hati. Menurut Geofrrey Leech terdapat 16 klasifikasi tindak tutur perlokusi. Pembagian
tersebut digunakan untuk menganalisis ujaran dalam web series Di Balik Hati. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Sumber data berasal dari ujaran-ujaran tokoh dalam 9
episode web series tersebut. Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan menonton dan mencatat.
kemudian tehnik analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Adapun hasil
penelitian ini ditemukan 23 tindak tutur perlokusi yang meliputi tuturan membujuk, mengesankan,
membuat petutur melakukan sesuatu, membuat penutur tahu, membuat petutur berfikir akan sesuatu,
mengalihkan perhatian, menjengkelkan atau menyakitkan, menipu, mengilhami, mendorong dan
meredakan ketegangan.
Kata kunci: leech, perlokusi, web series

References

Arifin, E. Z. (2018). Beragam Tuturan Dalam Pembicaraan Sehari-Hari: Suatu Tinjauan Etnografi

Komunikasi. Jurnal Pujangga, 4, no, 1–18.

Cummings, L. (2007). Pragmatik Sebuah Perspektif Muldidisipliner. Pustaka Belajar.

Darwowidjojo, S. (2008). Psikolinguitik: Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia (cet. ketig).

Yayasan Obor Indonesia.

Erlangga, M. (2014). tren web series indonesia semakin kreatif. Daily Social.

https://dailysocial.id/post/tren-web-series-indonesia-semakin-kreatif

Husman, E. (1984). Apresiasi Sastra Indonesia. Angkasa.

Leech, G. (2011). Prinsip-prinsip Pragmatik. Universitas Indonesia-Press.

Marseli, S. (1996). Dasar-Dasar Apresiasi Film. PT. Grasindo.

Pratomo, Y. (2019). apjii jumlah pengguna internet di indonesia tembus 171 juta jiwa.

Kompas.Com. https://tekno.kompas.com/read/2019/05/16/03260037/apjii-jumlahpengguna-internet-di-indonesia-tembus-171-juta-jiwa

Siswanto, V. A. (2012). Strategi dan Langkah-langkah Penelitian. Graha Ilmu.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, R&D.

Alfabeta.

Suharsaputra, U. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatfs, dan Tindakan. Refika

Aditama.

Wibowo, W. (2015). Konsep Tindak Tutur Komunikasi. Bumi Aksara.

Widiatmoko, B. & waslam. (2017). Interjeksi Dalam Bahasa Indonesia: Analisis Pragmatik. Jurnal

Pujangga, 3, no, 83–97.

Wijana, Dewa Putu dan Rohmadi, M. (2011). Analisis Wacana Pragmatik Kajian Teori dan

Analisis (cet. ketig). Yuma Presindo.

Downloads

Published

2020-12-07