Keberlangsungan Tradisi Menenun Sebagai Ciri Khas Kebudayaan Materi Kaum Perempuan Baduy Luar Kampung Gajeboh

Authors

  • B Syarifuddin Latif Program Studi Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Nasional, Jakarta Indonesia
  • Jajang Gunawijaya Dosen Program Doktoral Pariwisata STP Trisakti
  • Nurbaeti Nurbaeti Dosen Program Doktoral Pariwisata STP Trisakti

DOI:

https://doi.org/10.47313/jidb.v44i1.2047

Keywords:

tenun baduy luar, tradisi, motif, penggunaan.

Abstract

Weaving traditionally carried out by young women Baduy Luar. This paper explains about how to weave the traditional Baduy Luar tribe, including materials, making patterns, and their uses. The qualitative method used in this study shows that the Baduy Luar community still maintains the traditional weaving method that has been around for hundreds of years. The weaving techniques and motifs, and colors used are original local wisdom that are passed down from generation to generation.

Menenun secara tradisional dilakukan oleh remaja putri Baduy Luar. Tulisan ini menjelaskan tentang cara menenun tradisional suku Baduy Luar, meliputi bahan, pembuatan pola, dan kegunaannya. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Baduy Luar masih mempertahankan metode menenun tradisional yang telah ada selama ratusan tahun. Teknik menenun serta motif, dan warna yang digunakan merupakan kearifan lokal asli yang diturunkan dari generasi ke generasi

References

Balai Pelestarian Nilai Budaya Jawa Barat, Direktorat Jendral Kebudayaan Republik Indonesia.

Comte, Auguste. (2009). The Positive Philosophy of Auguste Comte: Harriet Martineau (trans.). New York: Cosimo Classic.

Cartwright, J. (2009). Cultural Transformation: Nine Factors For Continuous Business Improvement (Singapore : Financial Times/Prentice), hal. 11.

Gill, P., Stewart, K., Treasure, E., & Chadwick, B. (2008). Methods of data collection in qualitative research: interviews and focus groups. British Dental Journal Volume 204 No.6. DOI: 10.1038/bgj.2008.192.

Hasman, D. & Reiss, F. (2012). The People of Kanekes and Their Culture, Subur Printing, Jakarta.

Jerald, G. and Robert, A.B. (2008). Behavior in Organizations, (Cornell University:

Pearson Prentice). hal.12.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar Ilmu Antropologi, Jakarta: PT Rineka Cipta.

Maftukha, N. (2010). Analisis Transmisi Tenun Selendang pada Masyarakat Baduy, Skripsi Sarjana FPBS UPI Bandung, Tidak Diterbitkan.

Maftukha, N. (2013). Kajian Nilai Estetis Seni Tenun yang Dihasilkan oleh Perempuan Suku Baduy Luar, Tesis Magister Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung, Bandung, Tidak Diterbitkan.

Morrone, Giovanni (2022), “Between History and System. Heinrich Rickert’s Concept of Culture”, Philosophy and Society 33 (2): 349–369.

Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo. M.Si. (2010). Jenis dan Metode Penelitian Kualitatif.

Schein, Edgar H., (2010),”Organizational Culture and Leadership”, Jossey Bass, San Francisco.

Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: ALFABETA.

Tenun Baduy di Leuwidamar Lebak Banten, Skripsi. Anita Astuti, 2012, Universitas Negeri Yogyakarta.

Tetep, E. Mulyana, T. Widyanti, and A. Suherman, “Nation Character Building for Millennial Generation Based on Local Wisdom of Saminism,” in Advances in Social Science, Education and Humanities Research, 2020, vol. 458, no. Proceedings of the International Conference on Social Studies, Globalisation and Technology (ICSSGT 2019) Nation, pp. 195–204, doi: 10.2991/assehr.k.200803.025.

Wibowo. (2013). Budaya Organisasi (Jakarta: Rajawali Pers), hal. 15-16.

Wahid, Masykur. (2012). “Sunda Wiwitan Baduy: Agama Penjaga Alam Lindung di Desa Kanekes Banten”. Banten: El-Harakah.

Downloads

Published

2023-03-10