Simbolisasi Presiden Joko Widodo pada Gibran Rakabuming Raka 2018-2024 dalam Media Kompas dan Akun Youtube Sekretariat Presiden Republik Indonesia

Penulis

  • Jackson Andre William Kumaat Pusat Studi Budaya & Susastra Nasional (PSBSN)

DOI:

https://doi.org/10.47313/jidb.v45i2.3839

Abstrak

Presiden Joko Widodo pada tanggal 8 Desember 2018 di sebuah konferensi pers menyatakan bahwa anak-anaknya tidak akan mengikuti jejaknya sebagai politisi karena tidak tertarik dengan politik. Kemudian, pada tanggal 12 Desember 2019, dia menyatakan bahwa memberi restu kepada anaknya, Gibran Rakabuming Raka, untuk maju di menjadi calon walikota Solo. Empat tahun kemudian, pada tanggal 22 Oktober 2023, dia memberikan restu dan doa kepada Gibran untuk maju sebagai calon wakil presiden Republik Indonesia di Pemilihan Presiden–Wakil Presiden tahun 2024. Dalam setiap konferensi pers dan pemberitaan di media, baik media mainstream maupun media online (Youtube di Kumparan, Tempo, Detik, CNN, BBC, Kompas, dan akun media sosial Sekretariat Presiden Republik Indonesia) selalu tertulis nama Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbolisasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam konteks putranya, Gibran Rakabuming Raka, melalui perspektif studi budaya. Metode penelitian yang dipakai adalah Metode Entman yang menganalisis framing media berita Kompas, TV, media sosial Presiden Jokowi, dan akun Youtube Sekretariat Presiden Republik Indonesia. Penelitian kualitatif digunakan dengan pendekatan analisis wacana untuk mengkaji narasi dan representasi media serta diskursus publik terkait Gibran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan simbol Presiden Joko Widodo selalu ada bersama pemberitaan tentang Gibran. Kemudian, Gibran sering diasosiasikan dengan nilai-nilai kepemimpinan dan kesederhanaan yang diteladani oleh Presiden Jokowi. Simbolisasi ini tidak hanya memengaruhi persepsi publik terhadap Gibran, tetapi juga membentuk identitas politiknya yang terpisah sekaligus terkait erat dengan citra Presiden Jokowi. Penelitian ini menemukan bahwa simbolisasi Jokowi pada Gibran memainkan peran signifikan dalam memengaruhi dinamika politik dan sosial di Indonesia, yang mengindikasikan hubungan kompleks antara warisan politik dan identitas individu. Berdasarkan teori Barthes (1957), penggunaan simbol Presiden Joko Widodo dilakukan dengan cara yang halus, tetapi kuat dan dapat diterima untuk membentuk persepsi publik dan legitimasi politik.

Referensi

Al-Fikri, M., Ismail, L., Nurjanah, S., & Rosyad, R. (2023). Politik dinasti dalam perspektif komunikasi politik. Buana Komunikasi (Jurnal Penelitian dan Studi Ilmu Komunikasi), 4(3), 156–162.

https://jurnal.usbypkp.ac.id/index.php/buanakomunikasi/article/view/2984

Ardhana, N. I. (2021). Memenangkan anak presiden: Mengapa Gibran Rakabuming memenangkan Pilkada Kota Surakarta 2020? [Skripsi, Universitas Gadjah Mada].

https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/200635

Aspinall, E., & Mietzner, M. (2019). Southeast Asia’s Troubling Elections: Democratic Decline and Authoritarian Resurgence. Singapore: ISEAS Publishing.

Barthes, R. (1957). Mythologies. Paris: Seuil.

Barthes, R. (1972). Mythologies. New York: Hill and Wang.

Bourdieu, P. (1991). Language and Symbolic Power. Cambridge: Polity Press.

Entman, R. M. (1993). “Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm.” Journal of Communication, 43(4), 51-58.

Giddens, A. (1984). The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration. Berkeley: University of California Press.

Hadiz, V. R., & Robison, R. (2017). Reorganising Power in Indonesia: The Politics of Oligarchy in an Age of Markets. London: Routledge.

Hakim, A. B., & Sejati, S. P. (2024). Joko Widodo sebagai faktor penentu Pilpres 2024 dalam kemenangan paslon 02 Prabowo-Gibran. Ummul Qura: Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 19(1), 27–34.

https://ejournal.insud.ac.id/index.php/UQ/article/view/856

Kompas. (2018). Jokowi: Anak-anak Saya Tidak Tertarik dengan Politik. Diakses dari https://www.kompas.com

Kompas. (2019). Hasil Survei: Gibran Unggul dalam Pilwalkot Solo 2020. Diakses dari https://www.kompas.com

Kompas. (2020). Jokowi Tegaskan Tak Ada Dinasti Politik dalam Pencalonan Gibran. Diakses dari https://www.kompas.com

Laclau, E., & Mouffe, C. (1985). Hegemony and Socialist Strategy: Towards a Radical Democratic Politics. London: Verso.

McQuail, D. (2010). McQuail’s Mass Communication Theory. London: SAGE Publications.

Nugroho, H., & Herlambang, W. (2021). “Family Politics in Indonesia: Regenerating Power Through Political Families.” Asian Journal of Political Science, 29(2), 220-235.

Sekretariat Presiden. (2024). Home [YouTube Channel]. YouTube. https://www.youtube.com/@SekretariatPresiden

Susetyadinata, R. D., & Geraldy, G. (2024). Political branding Prabowo - Gibran dalam Pemilu Presiden 2024: Analisa interaksionisme simbolik di media sosial Instagram dan Twitter. Sintesa, 3(1), 114–139.

https://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/sintesa/article/view/10251

Syanur, A. D. M., Wiradarma, I. B. S. A., & Afrilia, L. (2023). Politik dinasti di Indonesia: Tinjauan kritis terhadap penerapan demokrasi di era kepemimpinan Presiden Jokowi. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora, 1(3), 17–26.

http://jurnal.kolibi.org/index.php/kultura/article/view/304

Tanuwidjaja, S. (2020). “Political Dynasties in Decentralized Indonesia: The Rise of Local Elites.” Journal of Current Southeast Asian Affairs, 39(3), 343-361.

Tribunnews. (2019). Jokowi Tak Melarang Jika Anak-anaknya Terjun ke Politik. Diakses dari https://www.tribunnews.com

Winters, J. A. (2013). Oligarchy and Democracy in Indonesia. New York: Routledge.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-12-02

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

Obs.: Plugin ini minimal membutuhkan satu plugin statistik/laporan aktif. Jika plugin statistik menghasilkan lebih dari satu metrik, pilihlah metrik utama pada pengaturan halaman admin dan/atau pada halaman pengaturan manajer jurnal.