Pembentukan TNI Angkatan Siber dalam Perspektif Teori Geometripolitisasi (Mazhab Indonesia) dan Sekuritisasi (Mazhab Kopenhagen) terhadap Ruang Siber di Indonesia untuk Menghadapi Perang Siber Global
Keywords:
TNI Angkatan Siber, Geometripolitisasi , Sekuritisasi , Pertahanan Siber, Perang Siber GlobalAbstract
Law Number 3 of 2025 concerning Amendments to Law Number 34 of 2004 on the Indonesian National Armed Forces (TNI Law) focuses on adjusting the duties, functions, and structure of the TNI in response to the dynamics of modern defense threats (cyber and hybrid). This article examines the urgency of establishing a cyber army, namely the Indonesian National Armed Forces Cyber Force, from the perspective of the theory of Geometripolitization and the securitization of cyberspace. This study employs a qualitative approach using a literature review method and conducts a comparative analysis of the theory of Geometripolitics/Geometripolitization through the lens of the Indonesian School of World Relations, specifically “Manunggalisme,” and the Securitization approach of the Copenhagen School. The findings indicate that the transformation of global cyber warfare in the 21st century has created a new battlefield in cyberspace; Indonesia’s cyber securitization is carried out by framing the complexity of Global Cyber Warfare as a national threat; Indonesia’s cyber geometripolitization is conducted by linking balance, power, and security to realize the role of a Cyber Army, which has the potential to become the TNI Cyber Force; and Indonesia must respond to 21st century Global Cyber Warfare by advocating for the establishment of the TNI Cyber Force under the legal framework of Law No. 3 of 2025 concerning Amendments to Law Number 34 of 2004 on the Indonesian National Armed Forces.
Abstrak
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) berfokus pada penyesuaian tugas, fungsi, dan struktur TNI menghadapi dinamika ancaman pertahanan modern (siber dan hibrida). Artikel ini mengkaji urgensi pembentukan tentara siber, yaitu TNI Angkatan Siber dalam perspektif teori Geometripolitisasi dan sekuritisasi ruang siber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka dan melakukan analisis komparatif
teori Geometripolitika/Geometripolitisasi pendekatan Mazhab Indonesia (Indonesian School of World Relations) “Manunggalisme” dan Sekuritisasi pendekatan Mazhab Kopenhagen (Copenhagen School). Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi perang siber global Abad 21 menciptakan medan tempur baru di ruang siber; Sekuritisasi siber Indonesia dilakukan dengan cara membingkai kompleksitas Perang Siber Global sebagai salah satu ancaman nasional; Geometripolitisasi siber Indonesia dilakukan dengan cara menghubungkan keseimbangan, kekuatan, dan keamanan untuk meraih peran Tentara Siber yang berpotensi menjadi TNI Angkatan Siber; dan Indonesia harus merespon Perang Siber Global abad ke-21 dengan cara mewacanakan pembentukan TNI Angkatan Siber di bawah payung hukum UU No. 3 Tahun 2025 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
References
Anne W. Brascomb (ed), Toward A Law of Global Communication Network, New York: Lognman, 1986.
Arianto, Adi Rio. 2016. "Keamanan Siber Menuju Perang Geometri Antarbangsa: Geometripolitika dan Arsitektur Keamanan Dunia Era Horizontal (Era Manunggalian) Abad Ke-21." Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia, Vol. 7, No. 1, 2016. Journal link: https://aihii.or.id/prosiding-vennas-vii/
Arianto, Adi Rio. 2017. "Cyber Security: Geometripolitika dan Dimensi Pembangunan Keamanan Dunia Era Horizontal Abad 21." Jurnal Power in Internasional Relatios, Vol.1, No.2. Journal Link: https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1469214&val=17736&title=Cyber%20Security%20Geometri%20Politik%20Dan%20Dimensi%20Pembangunan%20Keamanan%20Dunia%20Era%20Horizontal%20Abad%2021
Arianto, Adi Rio, and Gesti Anggraini. 2019. "Building Indonesia’s National Cyber Defense And Security to Face The Global Cyber Threats Through Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII)." Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, Vol. 9, No. 1, 2019. Journal link: https://jurnal.idu.ac.id/index.php/JPBH/article/view/515/JPBHV9N1EA2
Arianto, Adi Rio, and Gesti Anggraini. 2020. "Manunggalism and the World Order in the Era of Manunggal 21st Century: The Role of Indonesia-China Cultural Cooperation in Building the Future of World Security Architecture by Promoting the Values of Mutual Cooperation “Gotong Royong”, Unity, and Harmony." Center for Southeast Asian Social Studies Universitas Gadjah Mada, 2020. Journal link: https://pssat.ugm.ac.id/conference-proceeding-symposium-on-social-science-rethinking-the-social-world-in-the-21st-century/
Arianto, Adi Rio, and Gesti Anggraini. 2021. “Manunggalisme dan Disiplin Ilmu Antarbangsa (IA): Menggagas Mazhab Indonesia (MI) Melalui Tradisi Animisme, Dinamisme, dan Waliisme dan Mengarusutamakan “Gotong Royong Sebagai Sistem Dunia” Untuk Membangun Keamanan dan Tatanan Dunia Era Manunggal Abad Ke-21.” Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia, Vol. 11, No. 1, 2021. Journal link: http://aihii.or.id/prosiding-vennas-xii/
Arianto, Adi Rio, and Gesti Anggraini. 2023. “Manunggalism: Paradigm, Philosophy, and Theory to View the World Relations (WR) Belong to Indonesian School (Mazhab Indonesia) in Manunggalian Era 21st Century”. UGM Digital Press, Vol. 9, No. 1 , 2023. Journal link: https://digitalpress.ugm.ac.id/article/433
Arsyad Sanusi, Hukum Teknologi dan Informasi, Bandung: Tim Kemas Buku, 2005
Brascomb, Anne W. 1986, Toward A Law of Global Communication Network, USA: Lognman
Buzan, Barry and Waever, Olle. 1998. Security: A New Framework for Analysis. www.researchgate.net.
Buzan, Barry. 1994. New Patterns of Global Security in the Twenty-First Century. International Affairs (Royal Institute of International Affairs 1944). Vol. 67, No. 3 (Jul., 1991), pp. 431-451 (21 pages). Published By: Oxford University Press
Elizabeth Longworth, The Possibilities for legal framework for cyber space- Including New Zealand Perspective, Theresa Fuentes et.al (editor), The International Dimesions of Cyberspace Law: Law of Cyberspace Series, Vol.1, Aldershot: Ashgate Publishing Limited, 2000.
Indrawan, Jerry dan Efriza, “Bela Negara Sebagai Metode Pencegahan Ancaman Radikalisme di Indonesia”, Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, Universitas Pertahanan Indonesia, Nomor 3, Volume 7, Desember 2017, hal. 1-2
John Vivian, 2008, Teori Komunikasi Massa, Jakarta: Kencana, hal. 264.
John Vivian, Teori Komunikasi Massa, Jakarta: Kencana, 2008 M.
Kemkominfo: Pengguna Internet di Indonesia Capai 82 Juta, http://kominfo.go.id/index.php/content/detail/3980/ Kemkominfo%3A+Pengguna+Internet+di+Indone sia+Capai+82+Juta/0/berita_satker#.U9G4o5R_tfs, diakses 1 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB.
Nathalie Chaplan, Cyber War: The Challenge to National Security, Global Security Studies, Winter 2013, Volume 4, Issue 1, University of North Carolina Wilmington
Pasal 9 Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 29/PER/M.KOMINFO/12/2010 tentang perubahan kedua Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No. 26/PER/M.Kominfo/5/2007 tentang Pengamanan Pemanfaatan Jaringan Telekomunikasi Berbasis Protokol Internet.
Peraturan Kepala Divisi Teknologi Informasi Kepolisian Negara Republik Indonesia No.1 Tahun 2011 tentang Hubungan Tata Cara Kerja Di Lingkungan Divisi Teknologi Informasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.29/PER/M.KOMINFO/12/2010 tentang perubahan kedua Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.26/PER/M.Kominfo/5/2007 tentang Pengamanan Pemanfaatan Jaringan Telekomunikasi Berbasis Protokol Internet
Peraturan Nomor 24 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Sistem Komunikasi Dan Elektronika Pertahanan Negara.
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kajian Konvergensi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Jakarta: Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT, 2007
Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kajian Konvergensi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Jakarta: Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT, 2007, hal.3
Ronald Thompson & William Cats Barril, Information Technology and Management, New York: Mc Graw Hill, 2003.
Salam, Syahrul, dan Adi Rio Arianto, dan Rizky Hikmawan, “Pemikiran Bela Negara dan Hubungan Internasional: Pergeseran Peran Negara dan Implikasinya terhadap Perkembangan Sudut Pandang Studi Ilmu Hubungan Internasional”, Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, Universitas Pertahanan Indonesia, Nomor 3, Volume 7, Desember 2017
Sanusi, M. Arsyad, 2005, Hukum Teknologi dan Informasi, Bandung: Tim Kemas Buku, hal.92-93.
Sukamta, 2017, “Menghadapi Perang Siber*, disampaikan pada Seminar Nasional, Peran Cyber Intelligence dalam Mendukung Keamanan Nasional, Sekolah Kajian Strategik dan Global, Universitas Indonesia, 19 Mei 2017.
Thompson, Ronald & William Cats Barril, 2003, Information Technology and Management, New York: Mc Graw Hill, hal. 29
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




