FATHERHOOD DALAM FILM CAHAYA DARI TIMUR: BETA MALUKU
DOI:
https://doi.org/10.47313/pjsh.v9i2.3631Kata Kunci:
representasi, fatherhood, semiotika, ideologi, budaya timurAbstrak
Beriringan dengan pesan perdamaian, film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku juga menampilkan beberapa aspek lain yang dapat dilihat dari jalinan hubungan antar tokoh, salah satunya beberapa tokoh yang berperan sebagai ayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi peran ayah (fatherhood) dalam film ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ialah teori representasi Stuart Hall yang didukung dengan konsep fatherhood Nicholas Townsend. Pengaplikasian metode analisis semiotika John Fiske dalam penelitian dilakukan dengan tiga level, yakni level realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini mengeksplorasi peran tokoh ayah yang memiliki aspek persamaan dan perbedaan sifat kebapakan yang syarat akan representasi pola peran ayah di Indonesia, khususnya di wilayah timur. Mengacu pada seluruh elemen fatherhood ideal Nicholas Townsend, yakni: (1) emotional closeness yang ditunjukkan pada sesi emotional sharing antara ayah dan anak; (2) elemen provision yang ditampilkan pada penetapan standar materi dalam kehidupan anak; (3) elemen endowment yang ditunjukkan pada sosok ayah yang mengajarkan kedisiplinan melalui bola dan pengajaran nilai moral; serta (4) elemen protection yang ditunjukkan pada usaha perlindungan pada anak dari ancaman fisik dan konflik.Kata Kunci: Representasi; Fatherhood; Semiotika; Ideologi; Budaya timur
Referensi
Afifulloh, M. (2022). The Representation of Fatherhood Identity on Netflix Cinema. Pioneer: Journal of Language and Literature, 14(1), 298. https://doi.org/10.36841/pioneer.v14i1.1713
Aldrian, W., & Azeharie, S. (2022). Representasi Maskulinitas pada Sosok Ayah dalam Film (Studi Semiotika Roland Barthes pada Film Fatherhood). Koneksi, 6(1), 176. https://doi.org/10.24912/kn.v6i1.15540
Arlina, T., & Nuraeni, R. (2022). John Fiske’s Semiotic Analysis: Representation of Social Criticism in Pretty Boys.
Barnett, K. (2015). The Once and Future King. Boyhood Studies, 8(2), 25–42. https://doi.org/10.3167/bhs.2015.080203
Dole, C. M. (2021). Single Fathers with Daughters in American Film. In B. Åström & D. Bergnehr (Eds.), Single Parents (pp. 133–153). Springer International Publishing. https://doi.org/10.1007/978-3-030-71311-9_7
Fiske, J. (with Becker, R., & Jenkins, H.). (2011). Introduction to communication studies (Third edition). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780203837382
Fitria, R. (2017). ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE DALAM IKLAN KAMPANYE PASANGAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR PROVINSI BENGKULU TAHUN 2015. 1.
Hoesterey, J. B. (2013). Is Indonesia a Model for the Arab Spring? Islam, Democracy, and Diplomacy. Review of Middle East Studies, 47(2), 157–165. https://doi.org/10.1017/S2151348100058043
Januarti, W. (2021). Symbols of Heroes in the Indonesian and Chinese Movies. Lingua Cultura, 15(1). https://doi.org/10.21512/lc.v15i1.6969
Mitchell, S. J. (2021). Fatherhood images and ideals: Transforming, circulating, and responding to the Swedish Dads photo exhibition (Edition 1). Linköping University, Department of Thematic Studies - Child Studies.
Nešporová, O. (2019). Hazy Transition to Fatherhood: The Experiences of Czech Fathers. Journal of Family Issues, 40(2), 143–166. https://doi.org/10.1177/0192513X18806028
Rahmah, F. (2019). Fathers’ Involvement in Early Childhood Education in Indonesia. 454.
Shah, M., Takwani, D., Sharma, P., & Sriram, R. (2019). Pitaji, Papa and Paa: Reflections of Fathering in Hindi Movies. In R. Sriram (Ed.), Fathering in India (pp. 169–185). Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-13-1715-6_11
Townsend, N. W. (2002). The package deal: Marriage, work, and fatherhood in men’s lives. Temple University Press.
Wijayanti, S. (2021). Bentuk-Bentuk Fatherhood di Film Indonesia Era 2000-an. Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 4(1), 56–71. https://doi.org/10.24076/pikma.v4i1.578
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal BACA dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Populis Jurnal Sosial dan Humaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.