Studi Kritis atas Pemikiran Notonagoro tentang Pancasila sebagai Dasar Negara

Penulis

  • Ganjar Razuni UNIVERSITAS NASIONAL

DOI:

https://doi.org/10.47313/pjsh.v9i1.3663

Kata Kunci:

Pancasila, Notonagoro, Soekarno, Inkonsistensi

Abstrak

Notonagoro merupakan pemikir Pancasila yang telah mengawali pendekatan ilmiah dalam mempelajari Pancasila. Pendekatan ilmiah yang dimaksud adalah perumusan filsafat hukum Pancasila dan filsafat manusia Pancasila. Filsafat hukum Pancasila mengacu pada gagasan tentang Pembukaan UUD 1945 sebagai Pokok Kaidah Fundamental Negara (Staatfundamentalnorm) yang tidak bisa diubah oleh prosedur hukum. Sedangkan filsafat manusia Pancasila mengacu pada perumusan hakikat (inti-isi-mutlak) Pancasila, yakni monodualisme manusia sebagai sumber bagi kesatuan sila-sila Pancasila (Eka-Pancasila). Studi kritis ini bertujuan untuk mengkritik terhadap beberapa kelemahan dan inkonsistensi atas pemikiran Notonagoro dengan tujuan menjernihkan hal-hal yang dirumuskan secara kurang tepat, dengan menggunakan metode perbandingan pemikiran tokoh yang dilakukan dari studi pustaka, studi dokumen, dan arsip yang diperlukan untuk mengkritisi konstruksi pemikiran dan cara berpikir Notonagoro tentang Pancasila dan sekaligus melihat relevansinya pada era kini. Teori yang digunakan dalam penulisan ini sebagaimana dinyatakan oleh David Bourchier (2007) dalam Pancasila versi Orde Baru, mengenai purifikasi terhadap Pancasila, bahwa dikembangkannya konsep Pancasila era Orde baru dengan klaim lebih murni dibandingkan dengan konsep Pancasila era Orde Lama. Hasil studi pustaka ini memperlihatkan, bahwa pemikirann Notonagoro tentang sejarah kelahiran Pancasila, memiliki

inkonsistensi. Di era sebelum Orde Baru (yakni era Demokrasi Parlementer ala Barat 3 November 1959 – 5 Juli 1959/Dekrit Presiden dan era Demokrasi Terpimpin (5 Juli 1959-12 Maret 1967) Notonagoro mendaulat Soekarno sebagai pencipta (dimensi-material) Pancasila. Sedangkan di era Orde Baru, Notonagoro menghapus Soekarno dari semua penjelasannya mengenai sejarah pembentukan Pancasila. Dengan demikian, diperlukan pendekatan kritis terhadap pemikiran dan cara berpikir Notonagoro yang menjadi legitimasi bagi pengembangan wacana Pancasila di era Orde Baru dan relevansinya saat ini dengan kondisi ideologis dan politik bangsa serta kenegaraan Indonesia berupa liberalisasi pemahaman dan pengamalan ideologi Pancasila pasca Reformasi 1998.

Referensi

Abdulgani, Roeslan. 1964. Resapkan dan Amalkan Pantjasila. Djakarta: Prapantja.

Bourcier, David. 2007. Pancasila Versi Orde Baru dan Asal Muasal Negara Organis Integralistik. Yogyakarta: Pusat Studi Pancasila Universitas Gadjah Mada.

Dewantara, Ki Hadjar. 1950. Pantjasila. Cetakan Pertama. Djogjakarta: Usaha Penerbitan.

Hatta. Mohammad. 1997. Pengertian Pancasila. Cetakan Pertama. Jakarta: C.V. Haji Masagung.

Latif, Yudi. 2015. Revolusi Pancasila. Kembali ke Rel Perjuangan Bangsa. Cetakan Pertama. Bandung: Mizan.

Notosusanto, Nugroho. 1981. Naskah Proklamasi yang Otentik dan Rumusan Pancasila yang Otentik. Cetakan Ketiga. Jakarta: P.N. Balai Pustaka.

_______. 2018. Wawasan Pancasila. Bintang Penuntun untuk Pembudayaan. Cetakan Pertama. Bandung: Mizan.

Notonagoro. 1951. Pidato Promosi Doktor Honoris Causa dalam Ilmu Hukum Dilakukan oleh Senat Universitas Negeri Gadjah Mada terhadap P.J.M. Ir. Soekarno. Presiden RI. Cetakan Pertama. Djogjakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

_______. 1951. Pemboekaan Oendang-Oendang Dasar 1945 (Pokok Kaidah Fundamentil Negara Indonesia). Cetakan Pertama. Djogjakarta: Universitas Gadjah Mada Press.

_______.1967. Beberapa Hal Mengenai Falsafah Pancasila. Pengertian Inti-Isi-Mutlak daripada Pancasila Dasar Falsafah Negara. Pokok Pangkal Pelaksanaannya Secara Murni dan Konsekuen. Cetakan Pertama. Surabaja: Universitas Airlangga.

_______. 1974. Pancasila Dasar Falsafah Negara. Cetakan Pertama. Djakarta: C.V. Pantjuran Tudjuh.

_______. 1987. Pancasila Secara Ilmiah dan Populer. Cetakan Pertama. Jakarta: Bumi Aksara.

Panitia Lima. 1977. Uraian Pancasila. Cetakan Pertama. Jakarta: Mutiara.

Pranarka, AMW. 1985. Sejarah Pemikiran tentang Pancasila. Cetakan Pertama. Jakarta: CSIS.

Soekarno. 1947. Lahirnja Pantjasila. Cetakan Pertama. Djogyakarta: Goentoer.

_______. 1960. Pantjasila Dasar Filsafat Negara. Kursus Soekarno. Cetakan Pertama. Djakarta: Kementerian Penerangan RI.

_______. 2022. Filsafat Pancasila Menurut Soekarno. Cetakan Pertama. Jakarta: P.T. Media Pressindo.

Yamin, Muhammad (ed.). 1958. Sistema Filsafah Pantjasila. Cetakan Pertama. Djakarta: Departemen Penerangan RI.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-07-04

Terbitan

Bagian

Articles