Industri Jenang Kedunggudel sebagai Eduwisata di Desa Wisata Kreatif Kenep, Sukoharjo, Jawa Tengah
Traditional Jenang Kedunggudel Attraction Creative Tourism Village Kenep Sukoharjo
Kata Kunci:
Jenang , Kedunggudel, Desa Kenep, Desa Wisata , Desa Wisata IndustriAbstrak
Dusun Kedunggudel merupakan salah satu kampung di Desa Kenep, Sukoharjo yang memiliki berbagai daya tarik. Salah satu daya tarik tersebut kemudian dikembangkan oleh masyarakat sehingga terbentuk Desa Wisata Kreatif di tahun 2018. Berdirinya desa wisata ini tak lepas dari sejarah penyebaran Islam dan pusat perekonomian di wilah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan industri jenang Kedunggudel sebagai upaya pelestarian hidangan khas Kedunggudel dan sebagai penunjang ekonomi masyarakat di Desa Wisata Kreatif Kenep. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini melakukan pengumpulan data melalui wawancara dengan teknik snowball, yaitu teknik pengambilan sampel menggunakan informan pertama untuk mencari informan lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dusun Kedunggudel merupakan pusat perdagangan yang dibuktikan dengan lokasinya sungai di dekat Desa Kenep, (2) Jenang bukan berasal dari Kedunggudel, namun sebelumnya dibawa oleh para pedagang, (3) Masyarakat belajar membuat jenang hingga menjadikannya sebagai usaha karena melihat peluang ekonomi yang tinggi, (4) Penetapan sebagai Desa Wisata Edukasi berpotensi baik bagi pengembangan industri jenang dan bisa meningkatkan perekonomian, baik dalam segi pemasaran maupun penjualan.
Abstract
Kedunggudel Hamlet is one of the villages in Kenep Village, Sukoharjo, which has various attractions. One of these attractions was then developed by the community, leading to the establishment of the Creative Tourism Village in 2018. The formation of this tourism village is closely tied to the history of Islamic propagation and the economic center in the region. This research was conducted to examine the development of the Kedunggudel jenang (traditional Javanese porridge) industry as an effort to preserve Kedunggudel's culinary heritage and support the local economy in the Kenep Creative Tourism Village. Using a qualitative approach, this study collected data through interviews using the snowball technique, a sampling method where initial informants help identify additional informants. The research findings indicate that: (1) Kedunggudel Hamlet was a trading hub, evidenced by its location near the river in Kenep Village, (2) Jenang did not originate from Kedunggudel but was introduced by traders, (3) The community learned to make jenang and turned it into a business due to its high economic potential, (4) Being designated as an Educational Tourism Village holds great potential for the development of the jenang industry and can boost the local economy, both in terms of marketing and sales.
Referensi
Eliza, H., Elmustian, Fauziah, F., Efendi, A. N., Candra, Z. P. R., Utari, N., Ahadani, S., & Gunawan, R. A. (2024). Kuliner sebagai Warisan Budaya : Eksplorasi Sate Kuok dan Makan Bedulang di Desa Pulau Belimbing. Student Research Journal, 2, 208–219.
Fernanda, N. T., Kusnandar, K., & Adi, R. K. (2024). Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Agroindustri Jenang Kedunggudel di Desa Kenep Kabupaten Sukoharjo. JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis Dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 9(5), 422–435. https://doi.org/10.37149/jia.v9i5.1482
Haq, R. Z., Fauzi, R. R., Choirunnisa, L., Hasanah, F. N., Ainiyah, F. S. Q., Farizy, Moh. Z. Al, & Iksan. (2024). Pelestarian Kuliner Tradisional Jenang Suro Dengan Promosi Melalui Media Sosial. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 74(4), 74–81. https://doi.org/10.572349/inspirasi.v2i1.36
Haryati, T., & Hidayat, A. G. (2019). Konsep Wisata dari Perspektif Ekonomi Masyarakat. Jurnal Pendidikan IPS, 9(2).
Kusumaningrum, A., Ariani, D., Khasanah, Y., & Wiyono, T. (2017). Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap Karakteristik Makanan Tradisional “Jenang Saban.” Jurnal Penelitian Teknologi Industri.
Marwanti. (2000). Pengetahuan Masakan Indonesia. Adicita Karya Nusa.
Maula, N. (2024). Tradisi Tebokan dalam Perspektif Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Masyarakat Kaliputu Kota Kudus. Al-I’timad: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Islam, 2(2), 171–194. https://doi.org/10.35878/alitimad.v2i2.1324
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publisher.
Nugraha. (2022). Usaha Pelestarian Makanan Tradisional Jenang Dodol sebagai Hidangan Khas Idul Fitri di Kemiri, Kulon Progo, D.I Yogyakarta. RINONTJE: Jurnal Pendidikan Dan Penelitian Sejarah.
Praswati, A. N., Wajdi, F., & Isa, M. (2018). E -Commerce On Tourism Village Development. Proceedings of the 2nd International Conference Postgraduate School, 121–127.
Praswati, A., Wajdi, F., & Syakal, A. (2018). Pengembangan Metode Pemasaran Wisata Desa Tematik. The National Conferences Management and Business (NCMAB) 2018 “Pemberdayaan Dan Penguatan Daya Saing Bisnis Dalam Era Digital, 263–271.
Prayudawisi, R. D., & Astuti, P. (2019). Pengembangan Desa Wisata Kreatif Kenep Sukoharjo Berbasis Pemberdayaan Masyarakat. Journal of Politic and Government Studies, 171–180.
Rahmat, & Maulidatul, K. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Desa Melalui Eduwisata dan Ekowisata. Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(02), 2023.
Sazali, S., Anggraeni, S., & Muhtadi, M. (2022). Pembentukan Kelompok Sadar Lingkungan Wisata Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Lingkungan di Lokawisata Pemandian Cirahab. Populis : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 7(2), 225–243. https://doi.org/10.47313/pjsh.v7i2.1609
Setiani, M., & Sugiyanto, E. (2021). Pemberdayaan Masyarakat dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata (Studi di Desa Penusupan, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah). Populis : Jurnal Sosial Dan Humaniora, 5(1), 57–67. https://doi.org/10.47313/pjsh.v5i1.847
Šimončič, P. (2016). Marketing novelties in promoting traditional meals. International Scientific Days 2016. The Agri-Food Value Chain: Challenges for Natural Resources Management and Society :Proceedings, 1091–1098.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Alfabeta.
Susanti, S. H. P., & Wijayati, P. A. (2020). Perkembangan Industri Jenang Mubarok Food di Desa Glantengan Tahun 1980-1998. Journal of Indonesian History, 9(2). http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jih
Waluyati, H. O., & Setyowati, K. (2022). Pemberdayaan Strategi Kelrahan Kenep dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Melalui Desa Wisata Kreatif. In Jurnal Mahasiswa Wacana Publik (Vol. 2, Issue 1).
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Pemberitahuan Hak Cipta
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal BACA dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Populis Jurnal Sosial dan Humaniora, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.