Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia Abad ke-21: Pendekatan Mazhab Indonesia (Manunggalisme)

Authors

  • Adi Rio Arianto Universitas Pembagunanan Nasional Veteran Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.47313/pjsh.v11i1.4439

Keywords:

Bebas Aktif, Haryamatra Manunggal, Mazhab Indonesia

Abstract

Prinsip politik luar negeri Indonesia “Bebas Aktif” menghadapi tantangan besar di era pemerintahan Prabowo Subianto. Tantangan tersebut berkaitan erat dengan cara Prabowo Subianto menyelami Indonesia, menyikapi realitas politik dunia abad ke-21, dan mencapai kepentingan Indonesia melalui kunjungan luar negeri dalam skala besar dan dilematis. Dengan melakukan analisis terhadap evolusi prinsip politik luar negeri Indonesia melalui pendekatan Mazhab Indonesia (Manunggalisme), artikel ini menawarkan alternatif peta baru politik luar negeri Indonesia yang disebut sebagai prinsip Haryamatra Manunggal. Penelitian ini dirancang dengan metode kualitatif dengan jenis penelitian eksplanatif. Data utama digali melalui studi pustaka diperkuat dengan data pendukung melalui penelusuran naskah sejarah. Prinsip politik luar negeri Indonesia “Haryamatra Manunggal” menawarkan nilai-nilai Kemanunggalan Dunia, yaitu: gotong royong, kesatuan, dan kerukuanan dunia membentuk “Diplomasi Manunggal”. Prinsip Haryamatra Manunggal memiliki lima pilar: (1) Poros Maritim Dunia, (2) Ekuilibrium Daratan Dunia (3) Poros Khatulistiwa Dunia, (4) Benua Indonesia, dan (5) Daerah Manunggal Dunia (Manunggalika). Prinsip Haryamatra Manunggal memiliki pertalian kuat dengan prinsip Mitreka Satata di masa kerajaan Majapahit dan prinsip Mercusuar yang digagas oleh Soekarno. Dari pergumulan Mitreka Satata, Mercusuar, dan Bebas Aktif, penulis menawarkan Haryamatra Manunggal sebagai alternatif dalam memperkuat posisi Indonesia abad ke-21.

Abstract

The principle of Indonesian Foreign Policy “Free and Active” faces major challenges in the era of Prabowo Subianto’s administration. These challenges are closely related to Prabowo Subianto’s way in exploring Indonesia, responding to the realities of 21st century world politics, and achieving Indonesia's interests through large-scale and dilemmatic foreign visits. By conducting an analysis of the evolution of Indonesia's foreign policy principles through the Indonesian School approach (Manunggalism), this article offers an alternative new map of Indonesia's foreign policy called the Haryamatra Manunggal principle. This study uses a qualitative method with an explanatory research type. The main data were extracted through literature studies reinforced with supporting data through historical manuscript searches. The principle of Indonesian foreign policy Haryamatra Manunggal emphasizes the values ​​of “Kemanunggalan Dunia”, namely gotong royong, kesatuan, and kerukunan dunia forming a “Manunggal Diplomacy.” The principle of Haryamatra Manunggal has five pillars: (1) Poros Maritim Dunia, (2) Ekuilibrium Daratan Dunia (3) Poros Khatulistiwa Dunia, (4) Benua Indonesia, and (5) Daerah Manunggal Dunia (Manunggalika). The principle of “Haryamatra Manunggal” has a strong connection with the principle of Mitreka Satata during the Majapahit kingdom and the principle of Mercusuar initiated by Soekarno. From the combination of Mitreka Satata, Mercusuar, and Free and Active, the author offers Haryamatra Manunggal as an alternative in strengthening Indonesia’s position in the 21st century.

References

Abimanyu, Soecipto. 2013. Babad Tanah Jawi. Yogyakarta: Laksana.

Anne W. Brascomb (ed), Toward A Law of Global Communication Network, New York: Lognman, 1986.

Arianto, Adi Rio, and Gesti Anggraini. 2019. “Building Indonesia’s National Cyber Defense And Security to Face the Global Cyber Threats Through Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII).” Jurnal Pertahanan dan Bela Negara, Vol. 9, No. 1, 2019. Journal link: https://jurnal.idu.ac.id/index.php/JPBH/article/view/515/JPBHV9N1EA2

Arianto, Adi Rio, and Gesti Anggraini. 2020. “Manunggalism and the World Order in the Era of Manunggal 21st Century: The Role of Indonesia-China Cultural Cooperation in Building the Future of World Security Architecture by Promoting the Values of Mutual Cooperation Gotong Royong, Unity, and Harmony.” Center for Southeast Asian Social Studies Universitas Gadjah Mada, 2020. Journal link: https://pssat.ugm.ac.id/conference-proceeding-symposium-on-social-science-rethinking-the-social-world-in-the-21st-century/

Arianto, Adi Rio, and Gesti Anggraini. 2021. “Manunggalisme dan Disiplin Ilmu Antarbangsa (IA): Menggagas Mazhab Indonesia (MI) Melalui Tradisi Animisme, Dinamisme, dan Waliisme dan Mengarusutamakan “Gotong Royong Sebagai Sistem Dunia” Untuk Membangun Keamanan dan Tatanan Dunia Era Manunggal Abad Ke-21.” Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia, Vol. 11, No. 1, 2021. Journal link: http://aihii.or.id/prosiding-vennas-xii/

Arianto, Adi Rio, and Gesti Anggraini. 2023. “Manunggalism: Paradigm, Philosophy, and Theory to View the World Relations (WR) Belong to Indonesian School (Mazhab Indonesia) in Manunggalian Era 21st Century”. UGM Digital Press, Vol. 9, No. 1, 2023. Journal link: https://digitalpress.ugm.ac.id/article/433

Arianto, Adi Rio. 2016. “Keamanan Siber Menuju Perang Geometri Antarbangsa: Geometripolitika dan Arsitektur Keamanan Dunia Era Horizontal (Era Manunggalian) Abad Ke-21.” Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia, Vol. 7, No. 1, 2016. Journal link: https://aihii.or.id/prosiding-vennas-vii/

Arianto, Adi Rio. 2017. “Cyber Security: Geometripolitika dan Dimensi Pembangunan Keamanan Dunia Era Horizontal (Manunggal) Abad 21.” Jurnal Power in Internasional Relatios, Vol.1, No.2. Journal Link: https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=1469214&val=17736&title=Cyber%20Security%20Geometri%20Politik%20Dan%20Dimensi%20Pembangunan%20Keamanan%20Dunia%20Era%20Horizontal%20Abad%2021

Arianto, Adi Rio. 2017. “Kerjasama 'Segitiga Maritim Dunia' Indonesia-Tingkok-Rusia; Membangun Keamanan Maritim Asia Tenggara”, Jurnal Power in International Relations, Vol. 1 No. 2 Tahun 2017, Universitas Potensi Utama Medan.

Arif, Maskur. 2016. Wali Sanga, Menguak Tabir Kisah Sehingga Fakta Sejarah. Yogyakarta: Laksana.

Ashari, Khasan. 2015. Kamus Hubungan Internasional. Bandung: Nuansa Cendekia.

Baehr, Peter. 1998. Hak-Hak Asasi Manusia dalam Politik Luar Negeri. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Beck, Adam. 2020. Sejarah Filsafat Timur. Yogyakarta: Indoliterasi.

Boecahari. 2018. Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti (Tracing Ancient Indonesian History Through Inscriptions). Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Breuning, Marijke. 2007. Foreign Policy Analysis: A Comparative Introduction. New York: Palgrave Macmillan.

Bryman, A. 2012. Social Research Method 4th Edition. New York: Oxford University Press.

Burchill, Scott. 2009. Theories of International Relations. Basingstoke: Palgrave Macmillan.

Carlsnaes, Walter, dkk. 2004 dan 2013. Hanbook of International Relations. London: Sage Publication (terjemahan bahasa Indonesia).

Carlsnaes, Walter, Thomas Risse, dan Beth A. Simmons (ed.). 2014. Handbook Hubungan Internasional (Terjemahan). Imam Baehaqie. Bandung: Nusamedia.

Cresswell, J. 2016. Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran Edisi Keempat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Dibb, Paul, 2001, “Indonesia: The Key to South-East Asia’s Security”, dalam International Affairs, 77 (4), hal. 829-842, diakses pada tanggal 10 April 2020 pukul 10.30 WIB

Djelantik, Sukawarsini. 2008. Diplomasi antara Teori & Praktik. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Doyle, Michael W. 2012. “Liberalism and foreign policy”, dalam Steve Smith, Amelia Hadfield & Tim Dunne. Foreign Policy, Theories . Actors . Cases. Oxford; pp. 54-77.

Flockhart, Trine. 2012. “Constructivism and foreign policy”, dalam Steve Smith, Amelia Hadfield & Tim Dunne. Foreign Policy, Theories . Actors . Cases. Oxford; pp. 78-93.

Gardner, Paul. 1999. Lima Puluh Tahun Hubungan Amerika Serikat-Indonesia: Bersama dalam Harapan, Sendirian dalam Kecemasan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Gearóid Ó, Tuathail, dan Simon Dalby. 1998. Rethinking Geopolitics, London: Routledge11 New Fetter Lane, EC4P 4EE Simultaneously published in the USA and Canada

Gitosardjono, Sukamdani S. 2006. Dinamika Hubungan Indonesia-Tiongkok di Era Kebangkitan Asia. Jakarta: Putra Perkasa Cahaya Bunda.

Hansen, Lene. 2012. “Discourse analysis, post-structuralism, and foreign policy”, dalam Steve Smith, Amelia Hadfield & Tim Dunne, Foreign Policy, Theories . Actors . Cases. Oxford; pp. 94-109.

Hara, Abubakar Eby. 2011. Pengantar Analisis Politik Luar Negeri: Dari Realisme sampai Konstruktivisme. Bandung: Nuansa Cendekia.

Hatta, Mohammad. 1988. Mendayung di Antara Dua Karang. Jakarta: PT Bulan Bintang.

Hayati, Sri dan Yani, Ahmad. 2007. Geografi Politik. Bandung: PT. Refika Aditama

Indrawan, Jerry. 2015. Studi Strategis dan Keamanan. Depok: Nadi Pustaka.

Juanda, Wawan. 1992, Politik Internasional Suatu Kerangka Analisis. Bandung: Percetakan Binacipta

Kegley, Charles W., Jr. dan Gregory A. Raymond. 2010. The Global Future: A Brief Introduction to World Politics. Third Edition. Boston: Wadsworth.

Kriswanto, Agung. 2009. Pararaton: Alih Aksara dan Terjemahan. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Kuntjoro-Jakti, Dorodjatun. 2012. Menerawang Indonesia Pada Dasawarsa Ketiga Abad Ke-21. Jakarta: Pustaka Alvabet

Kusumaatmadja, Mochtar. 1983. Politik Luar Negeri Indonesia dan Pelaksanaannya Dewasa Ini. Bandung: Penerbit Alumni.

Latif, Yudi. 2015. Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Jakarta: Gramedia.

Man, John. 2004. Genghis Khan: legenda sang penakluk dari Mongolia. Tangerang Selatan: Alfabet.

Martin, Griffiths dan Terry O’Callghan. 2002. International Relations: The Key Concepts. New York: Routledge

Mauna, Boer. 2015. Hukum Internasional: Pengertian, Peranan, dan Fungsi dalam Era Dinamika Global. Bandung: PT Alumni.

Menzies, G. 2016. 1421. Saat China Menemukan Dunia. Tangsel: Alfabet

Nainggolan, Poltak Partogi. 2016. Indonesia di Tengah Kebangkitan China, Jepang, dan India. Jakarta: Balai Pustaka

Novotny, Daniel. 2010. Torn between America and China. Singapore: ISEAS

Nugroho, Riant. 2013. National Security Policy. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Nurhayati Enung. 2018. Gajah Mada: Sistem Politik dan Kepemimpinan. Yogyakarta: Narasi.

Olthof, WL. 1941. Babad Tanah Jawi: mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Yogyakarta: Narasi.

Periangani, Ade dan Sigid Harimurti. 2004. Politik Luar Negeri Indonesia Pasca Orde Baru. Bandung: CEPLAS.

Perwita, Anak Agung Banyu dan Yanyan Mochamad Yani. 2011. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Prapanca, Mpu. 2015. Kakawin Negarakertagama. Yogyakarta: Narasi.

Prihatono, T Hari, Jessica Evangeline, Iis Gindarsah. 2007. Keamanan Nasional: Kebutuhan Membangun Perspektif Integratif Versus Pembiaran Politik dan Kebijakan. Jakarta: Propatria Institute

Rahardjo, Soegeng. 2015. 65 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia Tiongkok: Kemitraan Untuk Perdamaian dan Kesejahteraan. Beijing: Kedutaan Besar Republik Indonesia

Riana, I Ketut. 2009. Kakawin Desawarnana Uthawi Nagarakertagama: Masa Keemasan Majapahit. Jakarta: Kompas.

Singer, J. David. 1961. “The Level-of-Analysis Problem in International Relations”, dalam World Politics, 14(1); pp.77-92.

Smith, Steven, Amalia Hadfield, dan Tim Dunne. 2008. Foreign Policy: Theories, Actors, Cases. Oxford: Oxford University Press.

Soeprapto, R. 1997. Hubungan Internasional: Sistem Interaksi dan Perilaku. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.

Subianto, Prabowo. 2013. Membangun Kembali Indonesia Raya. Jakarta: Institut Garuda Nusantara

Subianto, Prabowo. 2013. Membangun Kembali Indonesia Raya: Strategi Besar Transformasi Bangsa. Jakarta: Institut Garuda Nusantara.

Suropati, Untung, Ian Montratama, Yohanes Sulaiman. 2018. Indonesia Inc: Peta Jalan Menuju Poros Maritim Dunia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Suryadinata, Leo. 1998. Politik Luar Negeri Indonesia di Bawah Soeharto. Jakarta: LP3ES.

Swasono, Sri Edi dan Fauzie Ridjal (ed). 1992. Mohammad Hatta: Demokrasi Kita, Bebas Aktif, Ekonomi Masa Depan. Jakarta: UI Press.

Tantular, Mpu. 2009. Kakawin Sutasoma. Depok: Komunitas Bambu.

Tzu, Sun. 2008. The Art of War. Singapura: Tuttle publishing.

Viotti, Paul R. dan Mark V. Kauppi. 2013. International Relations and World Politics. Fifth Edition. Boston: Pearson.

Weinstein, Franklin B. 2007. Indonesian Foreign Policy and the Dilemma of Dependence: From Sukarno to Suharto. Singapore: Equinox Publishing.

Wohlforth, William C. 2012. “Realism and foreign policy”, dalam Steve Smith, Amelia Hadfield & Tim Dunne, Foreign Policy: Theories, Actors, Cases. Oxford.

Wuryandari, Ganewati et al. 2008. Politik Luar Negeri Indonesia di Tengah Pusaran Politik Domestik. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Published

2026-11-03

Issue

Section

Articles